Perbedaan Fluid dan SUPRA: Fluid diperdagangkan di Rp18.775 (kapitalisasi pasar Rp1,46T, volume 24 jam Rp33,33M), sedangkan SUPRA diperdagangkan di Rp3,71 (kapitalisasi pasar Rp122,09M, volume 24 jam Rp4,65M). Perbedaan utamanya: Fluid jauh lebih besar — sekitar 12× kapitalisasi pasar SUPRA, dan suplai SUPRA dibatasi (32,5B / 100B SUPRA (33%)), sedangkan Fluid terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Fluid selama 9 Hari dan SUPRA selama 15 Hari.
| FLUID | SUPRA | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp1,46T | Rp122,09M |
Volume (24h) | Rp33,33M | Rp4,65M |
Suplai yang Beredar | 78,7M FLUID | 32,5B / 100B SUPRA (33%) |
Typical Hold Time | 9 Hari | 15 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Fluid Protocol (sebelumnya Instadapp) adalah platform DeFi generasi baru yang menDeFinisikan ulang efisiensi modal melalui manajemen smart collateral yang mulus, peminjaman Vault inovatif, dan DEX terintegrasi. Dengan rebranding ini, Fluid memposisikan diri sebagai “Liquidity Layer of DeFi,” didukung oleh tokenomics baru, mekanisme buyback algoritmik, serta strategi pertumbuhan yang kuat. Migrasi token INST ke FLUID dilakukan mulus dengan rasio 1:1 tanpa dilusi, memberdayakan komunitas sekaligus membangun Fluid sebagai pusat likuiditas utama di ekosistem Ethereum.
Selengkapnya di halaman FLUID →Supra adalah blockchain pertama yang dibangun untuk Automatic DeFi (AutoFi), sistem keuangan otomatis. Sebagai solusi Layer-1, Supra mendukung smart contract berkecepatan tinggi dengan integrasi data dan AI oracle, otomasi, serta pesan lintas-chain. Hal ini memungkinkan fitur AutoFi inovatif yang menghasilkan pendapatan dan mendistribusikannya ke aplikasi serta operator node, mengurangi ketergantungan pada reward blok seiring waktu. Stack Supra juga menyediakan agen AI dengan alat untuk membuat dan mengeksekusi strategi AutoFi yang efektif bagi pengguna secara on-chain, aman, dan otonom.
Selengkapnya di halaman SUPRA →