Perbedaan Fluid dan Subsquid: Fluid diperdagangkan di Rp18.731 (kapitalisasi pasar Rp1,47T, volume 24 jam Rp32,95M), sedangkan Subsquid diperdagangkan di Rp547,62 (kapitalisasi pasar Rp554,02M, volume 24 jam Rp71,76M). Perbedaan utamanya: Fluid jauh lebih besar — sekitar 2,7× kapitalisasi pasar Subsquid, dan suplai Subsquid dibatasi (1B / 1,3B SQD (76%)), sedangkan Fluid terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Fluid selama 9 Hari dan Subsquid selama 8 Hari.
| FLUID | SQD | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp1,47T | Rp554,02M |
Volume (24h) | Rp32,95M | Rp71,76M |
Suplai yang Beredar | 78,7M FLUID | 1B / 1,3B SQD (76%) |
Typical Hold Time | 9 Hari | 8 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Fluid Protocol (sebelumnya Instadapp) adalah platform DeFi generasi baru yang menDeFinisikan ulang efisiensi modal melalui manajemen smart collateral yang mulus, peminjaman Vault inovatif, dan DEX terintegrasi. Dengan rebranding ini, Fluid memposisikan diri sebagai “Liquidity Layer of DeFi,” didukung oleh tokenomics baru, mekanisme buyback algoritmik, serta strategi pertumbuhan yang kuat. Migrasi token INST ke FLUID dilakukan mulus dengan rasio 1:1 tanpa dilusi, memberdayakan komunitas sekaligus membangun Fluid sebagai pusat likuiditas utama di ekosistem Ethereum.
Selengkapnya di halaman FLUID →Subsquid Network adalah danau data serta mesin kueri terdesentralisasi yang memberikan akses cepat dan tanpa izin bagi developer untuk memanfaatkan data blockchain. Dengan arsitektur modular dan keamanan berbasis ZK proofs, Subsquid menghadirkan skalabilitas tinggi untuk kebutuhan indexing blockchain, pengembangan dApp, dan analitik. Berbeda dengan framework monolitik yang kaku dan sulit beradaptasi, Subsquid menawarkan alternatif efisien dan terdesentralisasi dibandingkan infrastruktur terpusat seperti penyedia RPC dan API besar—mendorong terciptanya internet yang lebih terbuka, netral, dan ramah developer di era Web3.
Selengkapnya di halaman SQD →