Perbedaan Fluid dan MyShell: Fluid diperdagangkan di Rp20.436 (kapitalisasi pasar Rp1,71T, volume 24 jam Rp18,55M), sedangkan MyShell diperdagangkan di Rp353,61 (kapitalisasi pasar Rp144,73M, volume 24 jam Rp80,56M). Perbedaan utamanya: Fluid jauh lebih besar — sekitar 11,8× kapitalisasi pasar MyShell, dan suplai MyShell dibatasi (409,1M / 1B SHELL (41%)), sedangkan Fluid terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Fluid selama 9 Hari dan MyShell selama 21 Hari.
| FLUID | SHELL | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp1,71T | Rp144,73M |
Volume (24h) | Rp18,55M | Rp80,56M |
Suplai yang Beredar | 83,7M FLUID | 409,1M / 1B SHELL (41%) |
Typical Hold Time | 9 Hari | 21 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Fluid Protocol (sebelumnya Instadapp) adalah platform DeFi generasi baru yang menDeFinisikan ulang efisiensi modal melalui manajemen smart collateral yang mulus, peminjaman Vault inovatif, dan DEX terintegrasi. Dengan rebranding ini, Fluid memposisikan diri sebagai “Liquidity Layer of DeFi,” didukung oleh tokenomics baru, mekanisme buyback algoritmik, serta strategi pertumbuhan yang kuat. Migrasi token INST ke FLUID dilakukan mulus dengan rasio 1:1 tanpa dilusi, memberdayakan komunitas sekaligus membangun Fluid sebagai pusat likuiditas utama di ekosistem Ethereum.
Selengkapnya di halaman FLUID →MyShell adalah platform ramah pengguna yang memungkinkan siapa pun untuk membuat, membagikan, dan memiliki agen AI. Platform ini menghubungkan AI dan blockchain melalui kerangka kerja agen, model open-source, dan komunitas kreator AI. MyShell juga menawarkan hiburan dan utilitas berbasis AI, sambil memberikan kepemilikan bersama kepada penggunanya.
Selengkapnya di halaman SHELL →