Perbedaan Fluid dan Mina: Fluid diperdagangkan di Rp18.629 (kapitalisasi pasar Rp1,46T, volume 24 jam Rp33,02M), sedangkan Mina diperdagangkan di Rp796,42 (kapitalisasi pasar Rp1,02T, volume 24 jam Rp94,5M). Perbedaan utamanya: Fluid lebih besar dari sisi kapitalisasi pasar, dan suplai beredar Fluid 78,7M FLUID dibanding 1,3B MINA milik Mina. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Fluid selama 9 Hari dan Mina selama 61 Hari.
| FLUID | MINA | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp1,46T | Rp1,02T |
Volume (24h) | Rp33,02M | Rp94,5M |
Suplai yang Beredar | 78,7M FLUID | 1,3B MINA |
Typical Hold Time | 9 Hari | 61 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Fluid Protocol (sebelumnya Instadapp) adalah platform DeFi generasi baru yang menDeFinisikan ulang efisiensi modal melalui manajemen smart collateral yang mulus, peminjaman Vault inovatif, dan DEX terintegrasi. Dengan rebranding ini, Fluid memposisikan diri sebagai “Liquidity Layer of DeFi,” didukung oleh tokenomics baru, mekanisme buyback algoritmik, serta strategi pertumbuhan yang kuat. Migrasi token INST ke FLUID dilakukan mulus dengan rasio 1:1 tanpa dilusi, memberdayakan komunitas sekaligus membangun Fluid sebagai pusat likuiditas utama di ekosistem Ethereum.
Selengkapnya di halaman FLUID →Protokol Mina adalah “blockchain ringkas” yang dibuat untuk membatasi persyaratan komputasi agar dapat menjalankan DApps dengan lebih efisien. Mina telah digambarkan sebagai blockchain teringan di dunia karena ukurannya dirancang untuk tetap konstan meskipun ada pertumbuhan dalam penggunaan.
Selengkapnya di halaman MINA →