Perbedaan Fluid dan Hemi: Fluid diperdagangkan di Rp18.768 (kapitalisasi pasar Rp1,46T, volume 24 jam Rp33,33M), sedangkan Hemi diperdagangkan di Rp81,62 (kapitalisasi pasar Rp79,44M, volume 24 jam Rp176,69M). Perbedaan utamanya: Fluid jauh lebih besar — sekitar 18,4× kapitalisasi pasar Hemi, dan suplai beredar Fluid 78,7M FLUID dibanding 977,5M HEMI milik Hemi. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Fluid selama 9 Hari dan Hemi selama 26 Hari.
| FLUID | HEMI | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp1,46T | Rp79,44M |
Volume (24h) | Rp33,33M | Rp176,69M |
Suplai yang Beredar | 78,7M FLUID | 977,5M HEMI |
Typical Hold Time | 9 Hari | 26 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Fluid Protocol (sebelumnya Instadapp) adalah platform DeFi generasi baru yang menDeFinisikan ulang efisiensi modal melalui manajemen smart collateral yang mulus, peminjaman Vault inovatif, dan DEX terintegrasi. Dengan rebranding ini, Fluid memposisikan diri sebagai “Liquidity Layer of DeFi,” didukung oleh tokenomics baru, mekanisme buyback algoritmik, serta strategi pertumbuhan yang kuat. Migrasi token INST ke FLUID dilakukan mulus dengan rasio 1:1 tanpa dilusi, memberdayakan komunitas sekaligus membangun Fluid sebagai pusat likuiditas utama di ekosistem Ethereum.
Selengkapnya di halaman FLUID →Hemi is a modular Layer-2 blockchain that bridges Bitcoin’s unmatched security with Ethereum’s programmability to create a unified ecosystem for DeFi and cross-chain interoperability. Built as a Bitcoin-Ethereum Supernetwork, Hemi integrates a Bitcoin node directly into its Ethereum-compatible hVM, allowing seamless access to Bitcoin’s state data. Through its innovative Proof-of-Proof consensus, Hemi inherits Bitcoin’s decentralized security while achieving transaction finality in about 90 minutes—bringing scalable, secure, and interoperable DeFi to both networks.
Selengkapnya di halaman HEMI →