Perbedaan Flare dan Tether USDT: Flare diperdagangkan di Rp107,3 (kapitalisasi pasar Rp9,32T, volume 24 jam Rp31,61M), sedangkan Tether USDT diperdagangkan di Rp17.838 (kapitalisasi pasar Rp3.269,44T, volume 24 jam Rp706,78T). Perbedaan utamanya: Tether USDT jauh lebih besar — sekitar 350,8× kapitalisasi pasar Flare, dan suplai beredar Flare 86,9B FLR dibanding 183,2B USDT milik Tether USDT. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Flare selama 32 Hari dan Tether USDT selama 84 Hari.
| FLR | USDT | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp9,32T | Rp3.269,44T |
Volume (24h) | Rp31,61M | Rp706,78T |
Suplai yang Beredar | 86,9B FLR | 183,2B USDT |
Typical Hold Time | 32 Hari | 84 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Berita terbaru kedua aset
Flare adalah blockchain Layer 1 berbasis EVM yang dirancang untuk meningkatkan kegunaan teknologi blockchain dengan menyediakan akses terdesentralisasi bagi pengembang ke data berkualitas tinggi dari berbagai blockchain dan internet. Kemampuan ini mendorong terciptanya kasus penggunaan baru dan model monetisasi, memungkinkan aplikasi terdesentralisasi (dApps) beroperasi di beberapa chain dengan satu kali penerapan.
Selengkapnya di halaman FLR →USDT adalah stablecoin yang mencerminkan harga dolar AS yang diluncurkan oleh Tether. USDT dibangun pada blockchain Bitcoin dan kemudian diperbarui untuk bisa bekerja pada blockchain Ethereum, EOS, Tron, Algorand, dan OMG. Nilai USDT dijamin oleh Tether untuk tetap diukur dengan dolar AS.
Selengkapnya di halaman USDT →