Perbedaan Flare dan Toshi: Flare diperdagangkan di Rp107,36 (kapitalisasi pasar Rp9,33T, volume 24 jam Rp32,76M), sedangkan Toshi diperdagangkan di Rp1,79 (kapitalisasi pasar Rp751,37M, volume 24 jam Rp47,44M). Perbedaan utamanya: Flare jauh lebih besar — sekitar 12,4× kapitalisasi pasar Toshi, dan suplai Toshi dibatasi (420,7B / 420,7B TOSHI (100%)), sedangkan Flare terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Flare selama 32 Hari dan Toshi selama 19 Hari.
| FLR | TOSHI | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp9,33T | Rp751,37M |
Volume (24h) | Rp32,76M | Rp47,44M |
Suplai yang Beredar | 86,9B FLR | 420,7B / 420,7B TOSHI (100%) |
Typical Hold Time | 32 Hari | 19 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Berita terbaru kedua aset
Flare adalah blockchain Layer 1 berbasis EVM yang dirancang untuk meningkatkan kegunaan teknologi blockchain dengan menyediakan akses terdesentralisasi bagi pengembang ke data berkualitas tinggi dari berbagai blockchain dan internet. Kemampuan ini mendorong terciptanya kasus penggunaan baru dan model monetisasi, memungkinkan aplikasi terdesentralisasi (dApps) beroperasi di beberapa chain dengan satu kali penerapan.
Selengkapnya di halaman FLR →Toshi adalah memecoin yang terinspirasi dari kucing milik Co-founder Coinbase Brian Armstrong dan pencipta Bitcoin, Satoshi Nakamoto, sekaligus menjadi maskot blockchain Base. Sepenuhnya terdesentralisasi dan dikelola oleh Meow DAO, dengan seluruh suplai yang beredar dimiliki oleh komunitas.
Selengkapnya di halaman TOSHI →