Perbedaan Flare dan SUPRA: Flare diperdagangkan di Rp107,37 (kapitalisasi pasar Rp9,32T, volume 24 jam Rp31,61M), sedangkan SUPRA diperdagangkan di Rp3,02 (kapitalisasi pasar Rp98,33M, volume 24 jam Rp5,26M). Perbedaan utamanya: Flare jauh lebih besar — sekitar 94,8× kapitalisasi pasar SUPRA, dan suplai SUPRA dibatasi (32,7B / 100B SUPRA (33%)), sedangkan Flare terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Flare selama 32 Hari dan SUPRA selama 17 Hari.
| FLR | SUPRA | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp9,32T | Rp98,33M |
Volume (24h) | Rp31,61M | Rp5,26M |
Suplai yang Beredar | 86,9B FLR | 32,7B / 100B SUPRA (33%) |
Typical Hold Time | 32 Hari | 17 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Berita terbaru kedua aset
Flare adalah blockchain Layer 1 berbasis EVM yang dirancang untuk meningkatkan kegunaan teknologi blockchain dengan menyediakan akses terdesentralisasi bagi pengembang ke data berkualitas tinggi dari berbagai blockchain dan internet. Kemampuan ini mendorong terciptanya kasus penggunaan baru dan model monetisasi, memungkinkan aplikasi terdesentralisasi (dApps) beroperasi di beberapa chain dengan satu kali penerapan.
Selengkapnya di halaman FLR →Supra adalah blockchain pertama yang dibangun untuk Automatic DeFi (AutoFi), sistem keuangan otomatis. Sebagai solusi Layer-1, Supra mendukung smart contract berkecepatan tinggi dengan integrasi data dan AI oracle, otomasi, serta pesan lintas-chain. Hal ini memungkinkan fitur AutoFi inovatif yang menghasilkan pendapatan dan mendistribusikannya ke aplikasi serta operator node, mengurangi ketergantungan pada reward blok seiring waktu. Stack Supra juga menyediakan agen AI dengan alat untuk membuat dan mengeksekusi strategi AutoFi yang efektif bagi pengguna secara on-chain, aman, dan otonom.
Selengkapnya di halaman SUPRA →