Perbedaan Flare dan Stader: Flare diperdagangkan di Rp119,47 (kapitalisasi pasar Rp10,42T, volume 24 jam Rp75,49M), sedangkan Stader diperdagangkan di Rp2.002 (kapitalisasi pasar Rp142,06M, volume 24 jam Rp19,45M). Perbedaan utamanya: Flare jauh lebih besar — sekitar 73,3× kapitalisasi pasar Stader, dan suplai Stader dibatasi (70,8M / 120M SD (59%)), sedangkan Flare terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Flare selama 30 Hari dan Stader selama 11 Hari.
| FLR | SD | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp10,42T | Rp142,06M |
Volume (24h) | Rp75,49M | Rp19,45M |
Suplai yang Beredar | 86,8B FLR | 70,8M / 120M SD (59%) |
Typical Hold Time | 30 Hari | 11 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Berita terbaru kedua aset
Flare adalah blockchain Layer 1 berbasis EVM yang dirancang untuk meningkatkan kegunaan teknologi blockchain dengan menyediakan akses terdesentralisasi bagi pengembang ke data berkualitas tinggi dari berbagai blockchain dan internet. Kemampuan ini mendorong terciptanya kasus penggunaan baru dan model monetisasi, memungkinkan aplikasi terdesentralisasi (dApps) beroperasi di beberapa chain dengan satu kali penerapan.
Selengkapnya di halaman FLR →Stader mengembangkan staking middleware untuk berbagai jaringan PoS, menawarkan smart contract modular bagi solusi pihak ketiga. Dalam jangka pendek, Stader akan meluncurkan kontrak di blockchain seperti Terra dan Ethereum untuk mendukung yield farming dan Gaming. Jangka panjang, Stader mendorong aplikasi staking pihak ketiga di platformnya.
Selengkapnya di halaman SD →