Perbedaan Flare dan Polymesh: Flare diperdagangkan di Rp120 (kapitalisasi pasar Rp10,42T, volume 24 jam Rp75,49M), sedangkan Polymesh diperdagangkan di Rp655,56 (kapitalisasi pasar Rp699,51M, volume 24 jam Rp22,08M). Perbedaan utamanya: Flare jauh lebih besar — sekitar 14,9× kapitalisasi pasar Polymesh, dan suplai beredar Flare 86,8B FLR dibanding 1,1B POLYX milik Polymesh. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Flare selama 30 Hari dan Polymesh selama 20 Hari.
| FLR | POLYX | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp10,42T | Rp699,51M |
Volume (24h) | Rp75,49M | Rp22,08M |
Suplai yang Beredar | 86,8B FLR | 1,1B POLYX |
Typical Hold Time | 30 Hari | 20 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Berita terbaru kedua aset
Flare adalah blockchain Layer 1 berbasis EVM yang dirancang untuk meningkatkan kegunaan teknologi blockchain dengan menyediakan akses terdesentralisasi bagi pengembang ke data berkualitas tinggi dari berbagai blockchain dan internet. Kemampuan ini mendorong terciptanya kasus penggunaan baru dan model monetisasi, memungkinkan aplikasi terdesentralisasi (dApps) beroperasi di beberapa chain dengan satu kali penerapan.
Selengkapnya di halaman FLR →POLYX adalah token protokol native dari Polymesh, blockchain berizin tingkat institusional yang dibuat khusus untuk aset yang teregulasi. Blockchain ini mempersingkat proses lama dan membuka pintu baru bagi instrumen keuangan baru dengan memecahkan tantangan infrastruktur publik seputar tata kelola, identitas, kepatuhan, kerahasiaan, dan penyelesaian. Token ini dapat digunakan untuk staking dan mengamankan jaringan, membayar biaya transaksi, serta terlibat dalam tata kelola.
Selengkapnya di halaman POLYX →