Perbedaan Flare dan Open Gradient: Flare diperdagangkan di Rp107,39 (kapitalisasi pasar Rp9,33T, volume 24 jam Rp32,19M), sedangkan Open Gradient diperdagangkan di Rp1.619 (kapitalisasi pasar Rp346,34M, volume 24 jam Rp176,22M). Perbedaan utamanya: Flare jauh lebih besar — sekitar 26,9× kapitalisasi pasar Open Gradient, dan suplai Open Gradient dibatasi (213,8M / 1B OPG (22%)), sedangkan Flare terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Flare selama 32 Hari dan Open Gradient selama 5 Hari.
| FLR | OPG | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp9,33T | Rp346,34M |
Volume (24h) | Rp32,19M | Rp176,22M |
Suplai yang Beredar | 86,9B FLR | 213,8M / 1B OPG (22%) |
Typical Hold Time | 32 Hari | 5 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Berita terbaru kedua aset
Flare adalah blockchain Layer 1 berbasis EVM yang dirancang untuk meningkatkan kegunaan teknologi blockchain dengan menyediakan akses terdesentralisasi bagi pengembang ke data berkualitas tinggi dari berbagai blockchain dan internet. Kemampuan ini mendorong terciptanya kasus penggunaan baru dan model monetisasi, memungkinkan aplikasi terdesentralisasi (dApps) beroperasi di beberapa chain dengan satu kali penerapan.
Selengkapnya di halaman FLR →OPG adalah aset native dari Open Gradient, protokol yang berfokus pada kolaborasi, koordinasi, dan pertukaran nilai di sekitar model AI serta output yang dihasilkan AI. Ekosistem ini menggabungkan infrastruktur blockchain dan kecerdasan buatan untuk mendukung partisipasi terdesentralisasi dalam pengembangan, penerapan, dan pemanfaatan teknologi AI.
Selengkapnya di halaman OPG →