Perbedaan Flare dan MX Token: Flare diperdagangkan di Rp119,89 (kapitalisasi pasar Rp10,36T, volume 24 jam Rp54,61M), sedangkan MX Token diperdagangkan di Rp29.907 (kapitalisasi pasar Rp2,74T, volume 24 jam Rp107,59M). Perbedaan utamanya: Flare jauh lebih besar — sekitar 3,8× kapitalisasi pasar MX Token, dan suplai MX Token dibatasi (91,8M / 413,8M MX (23%)), sedangkan Flare terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Flare selama 30 Hari dan MX Token selama 20 Hari.
| FLR | MX | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp10,36T | Rp2,74T |
Volume (24h) | Rp54,61M | Rp107,59M |
Suplai yang Beredar | 86,8B FLR | 91,8M / 413,8M MX (23%) |
Typical Hold Time | 30 Hari | 20 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Berita terbaru kedua aset
Flare adalah blockchain Layer 1 berbasis EVM yang dirancang untuk meningkatkan kegunaan teknologi blockchain dengan menyediakan akses terdesentralisasi bagi pengembang ke data berkualitas tinggi dari berbagai blockchain dan internet. Kemampuan ini mendorong terciptanya kasus penggunaan baru dan model monetisasi, memungkinkan aplikasi terdesentralisasi (dApps) beroperasi di beberapa chain dengan satu kali penerapan.
Selengkapnya di halaman FLR →MX adalah token crypto asli yang diluncurkan oleh bursa terpusat (CEX) MEXC pada tahun 2019. MX menjadi penggerak ekosistem MEXC dan memberikan pemegangnya akses ke fitur serta manfaat unik di dalam platform. Pemegang MX memiliki hak untuk memberikan suara dalam keputusan bisnis, berpartisipasi dalam pemilihan tim, dan menikmati akses prioritas ke berbagai kegiatan dan acara.
Selengkapnya di halaman MX →