Perbedaan Flare dan Story: Flare diperdagangkan di Rp119,91 (kapitalisasi pasar Rp10,39T, volume 24 jam Rp69,86M), sedangkan Story diperdagangkan di Rp5.692 (kapitalisasi pasar Rp1,92T, volume 24 jam Rp231,18M). Perbedaan utamanya: Flare jauh lebih besar — sekitar 5,4× kapitalisasi pasar Story, dan suplai beredar Flare 86,8B FLR dibanding 356,6M IP milik Story. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Flare selama 30 Hari dan Story selama 22 Hari.
| FLR | IP | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp10,39T | Rp1,92T |
Volume (24h) | Rp69,86M | Rp231,18M |
Suplai yang Beredar | 86,8B FLR | 356,6M IP |
Typical Hold Time | 30 Hari | 22 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Belum ada data sentimen.
Berita terbaru kedua aset
Flare adalah blockchain Layer 1 berbasis EVM yang dirancang untuk meningkatkan kegunaan teknologi blockchain dengan menyediakan akses terdesentralisasi bagi pengembang ke data berkualitas tinggi dari berbagai blockchain dan internet. Kemampuan ini mendorong terciptanya kasus penggunaan baru dan model monetisasi, memungkinkan aplikasi terdesentralisasi (dApps) beroperasi di beberapa chain dengan satu kali penerapan.
Selengkapnya di halaman FLR →Story adalah blockchain Layer 1 yang dirancang sebagai fondasi untuk hak kekayaan intelektual (IP) di internet. Platform ini memungkinkan para kreator untuk mendaftarkan, melisensikan, dan memonetisasi aset IP mereka secara mudah. Dengan memanfaatkan teknologi blockchain, Story menyediakan kerangka kerja yang transparan dan efisien untuk atribusi, lisensi, dan komersialisasi IP.
Selengkapnya di halaman IP →