Perbedaan Flare dan Hemi: Flare diperdagangkan di Rp107,35 (kapitalisasi pasar Rp9,33T, volume 24 jam Rp31,71M), sedangkan Hemi diperdagangkan di Rp85,37 (kapitalisasi pasar Rp82,96M, volume 24 jam Rp56,33M). Perbedaan utamanya: Flare jauh lebih besar — sekitar 112,5× kapitalisasi pasar Hemi, dan suplai beredar Flare 86,9B FLR dibanding 977,5M HEMI milik Hemi. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Flare selama 32 Hari dan Hemi selama 28 Hari.
| FLR | HEMI | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp9,33T | Rp82,96M |
Volume (24h) | Rp31,71M | Rp56,33M |
Suplai yang Beredar | 86,9B FLR | 977,5M HEMI |
Typical Hold Time | 32 Hari | 28 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Berita terbaru kedua aset
Flare adalah blockchain Layer 1 berbasis EVM yang dirancang untuk meningkatkan kegunaan teknologi blockchain dengan menyediakan akses terdesentralisasi bagi pengembang ke data berkualitas tinggi dari berbagai blockchain dan internet. Kemampuan ini mendorong terciptanya kasus penggunaan baru dan model monetisasi, memungkinkan aplikasi terdesentralisasi (dApps) beroperasi di beberapa chain dengan satu kali penerapan.
Selengkapnya di halaman FLR →Hemi is a modular Layer-2 blockchain that bridges Bitcoin’s unmatched security with Ethereum’s programmability to create a unified ecosystem for DeFi and cross-chain interoperability. Built as a Bitcoin-Ethereum Supernetwork, Hemi integrates a Bitcoin node directly into its Ethereum-compatible hVM, allowing seamless access to Bitcoin’s state data. Through its innovative Proof-of-Proof consensus, Hemi inherits Bitcoin’s decentralized security while achieving transaction finality in about 90 minutes—bringing scalable, secure, and interoperable DeFi to both networks.
Selengkapnya di halaman HEMI →