Perbedaan Flare dan Gitcoin: Flare diperdagangkan di Rp107,3 (kapitalisasi pasar Rp9,32T, volume 24 jam Rp31,61M), sedangkan Gitcoin diperdagangkan di Rp1.461 (kapitalisasi pasar Rp126,84M, volume 24 jam Rp43,31M). Perbedaan utamanya: Flare jauh lebih besar — sekitar 73,5× kapitalisasi pasar Gitcoin, dan suplai beredar Flare 86,9B FLR dibanding 87,5M GTC milik Gitcoin. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Flare selama 32 Hari dan Gitcoin selama 24 Hari.
| FLR | GTC | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp9,32T | Rp126,84M |
Volume (24h) | Rp31,61M | Rp43,31M |
Suplai yang Beredar | 86,9B FLR | 87,5M GTC |
Typical Hold Time | 32 Hari | 24 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Berita terbaru kedua aset
Flare adalah blockchain Layer 1 berbasis EVM yang dirancang untuk meningkatkan kegunaan teknologi blockchain dengan menyediakan akses terdesentralisasi bagi pengembang ke data berkualitas tinggi dari berbagai blockchain dan internet. Kemampuan ini mendorong terciptanya kasus penggunaan baru dan model monetisasi, memungkinkan aplikasi terdesentralisasi (dApps) beroperasi di beberapa chain dengan satu kali penerapan.
Selengkapnya di halaman FLR →Gitcoin mengembangkan berbagai alat yang membantu komunitas mendanai, membangun, dan melindungi berbagai proyek penting. Program Hibah Gitcoin telah mendistribusikan lebih dari $54 juta kepada para pembangun tahap awal yang mendukung barang publik dalam DeFi, iklim, sumber terbuka, dan banyak lagi. Produk-produk utamanya meliputi Gitcoin Grants Stack (platform manajemen hibah), Allo Protocol (sistem pendanaan sumber terbuka), dan Gitcoin Passport (alat identitas terdesentralisasi). GTC, token tata kelola Gitcoin yang diluncurkan pada Mei 2021, digunakan untuk membuat dan mendanai DAO yang mengawasi Gitcoin.
Selengkapnya di halaman GTC →