Investasi
Fitur
BiayaKeamanan
Akademi
Lainnya
Pluang+

Bandingkan Harga & Kinerja FLOKI (FLOKI) vs Mask Network (MASK)

Mask NetworkTrading

Kinerja harga (24 Jam Terakhir)

Statistik utama

Perbedaan FLOKI dan Mask Network: FLOKI diperdagangkan di Rp0,4022 (kapitalisasi pasar Rp3,85T, volume 24 jam Rp234,35M), sedangkan Mask Network diperdagangkan di Rp7.115 (kapitalisasi pasar Rp709,56M, volume 24 jam Rp193,75M). Perbedaan utamanya: FLOKI jauh lebih besar — sekitar 5,4× kapitalisasi pasar Mask Network, dan suplai Mask Network dibatasi (100M / 100M MASK (100%)), sedangkan FLOKI terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan FLOKI selama 46 Hari dan Mask Network selama 23 Hari.

FLOKIMASK
Kap. Pasar
Rp3,85TRp709,56M
Volume (24h)
Rp234,35MRp193,75M
Suplai yang Beredar
9,6T FLOKI100M / 100M MASK (100%)
Typical Hold Time
46 Hari23 Hari

Sentimen investor di Pluang

Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir

FLOKI
42% Beli58% Jual
Rata-rata periode kepemilikan · 46 Hari
MASK
0% Beli100% Jual
Rata-rata periode kepemilikan · 23 Hari

Tentang FLOKI

Floki (FLOKI) adalah mata uang kripto dan token utilitas dari Floki Ecosystem. Mata uang kripto ini dilahirkan oleh penggemar dan anggota komunitas Shiba Inu (SHIB) dan terinspirasi oleh (dan dinamai) Shiba Inu milik Elon Musk.

Selengkapnya di halaman FLOKI

Tentang Mask Network

Mask Network adalah protokol yang memungkinkan pengguna mengirim pesan terenkripsi di Twitter dan Facebook, menghubungkan internet tradisional dengan jaringan terdesentralisasi. Diluncurkan pada Juli 2019, Mask Network mendapatkan pendanaan sebesar $5 juta dari perusahaan seperti HashKey dan Digital Currency Group. Saat ini, Mask Network mendukung pendanaan hibah Gitcoin langsung dari Twitter dan berencana untuk mengintegrasikan pembayaran peer-to-peer serta penyimpanan terdesentralisasi. Mask Network berfungsi sebagai portal terdesentralisasi, memungkinkan pengguna mengakses DApp untuk pembayaran kripto, DeFi, NFT, DAO, dan lainnya tanpa meninggalkan platform media sosial yang ada, membangun ekosistem Applet terdesentralisasi (DApplet).

Selengkapnya di halaman MASK