Perbedaan Chainflip dan SUPRA: Chainflip diperdagangkan di Rp4.965 (kapitalisasi pasar --, volume 24 jam Rp2,69M), sedangkan SUPRA diperdagangkan di Rp3,75 (kapitalisasi pasar Rp122,09M, volume 24 jam Rp4,65M). Perbedaan utamanya: suplai SUPRA dibatasi (32,5B / 100B SUPRA (33%)), sedangkan Chainflip terus bertambah, dan SUPRA lebih aktif diperdagangkan (Rp4,65M vs Rp2,69M). Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Chainflip selama 17 Hari dan SUPRA selama 15 Hari.
| FLIP | SUPRA | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | -- | Rp122,09M |
Volume (24h) | Rp2,69M | Rp4,65M |
Suplai yang Beredar | -- | 32,5B / 100B SUPRA (33%) |
Typical Hold Time | 17 Hari | 15 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Chainflip mengubah lanskap pertukaran terdesentralisasi dengan memungkinkan swap lintas blockchain yang mulus dan minim slippage. Berbeda dengan metode tradisional, Chainflip menghilangkan kebutuhan akan token wrapped atau dompet khusus, sehingga transaksi lintas-chain menjadi lebih mudah diakses dan ramah pengguna. Di inti teknologinya, Chainflip menggunakan Just-In-Time (JIT) Automated Market Maker (AMM) untuk memfasilitasi perdagangan yang efisien dan aman.
Selengkapnya di halaman FLIP →Supra adalah blockchain pertama yang dibangun untuk Automatic DeFi (AutoFi), sistem keuangan otomatis. Sebagai solusi Layer-1, Supra mendukung smart contract berkecepatan tinggi dengan integrasi data dan AI oracle, otomasi, serta pesan lintas-chain. Hal ini memungkinkan fitur AutoFi inovatif yang menghasilkan pendapatan dan mendistribusikannya ke aplikasi serta operator node, mengurangi ketergantungan pada reward blok seiring waktu. Stack Supra juga menyediakan agen AI dengan alat untuk membuat dan mengeksekusi strategi AutoFi yang efektif bagi pengguna secara on-chain, aman, dan otonom.
Selengkapnya di halaman SUPRA →