Investasi
Fitur
BiayaKeamanan
Akademi
Lainnya
Pluang+

Bandingkan Harga & Kinerja Chainflip (FLIP) vs Subsquid (SQD)

ChainflipTrading
SubsquidTrading

Kinerja harga (24 Jam Terakhir)

Statistik utama

Perbedaan Chainflip dan Subsquid: Chainflip diperdagangkan di Rp4.953 (kapitalisasi pasar --, volume 24 jam Rp2,69M), sedangkan Subsquid diperdagangkan di Rp548,53 (kapitalisasi pasar Rp549,64M, volume 24 jam Rp69,67M). Perbedaan utamanya: suplai Subsquid dibatasi (1B / 1,3B SQD (76%)), sedangkan Chainflip terus bertambah, dan Subsquid lebih aktif diperdagangkan (Rp69,67M vs Rp2,69M). Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Chainflip selama 17 Hari dan Subsquid selama 8 Hari.

FLIPSQD
Kap. Pasar
--Rp549,64M
Volume (24h)
Rp2,69MRp69,67M
Suplai yang Beredar
--1B / 1,3B SQD (76%)
Typical Hold Time
17 Hari8 Hari

Sentimen investor di Pluang

Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir

FLIP
54% Beli46% Jual
Rata-rata periode kepemilikan · 17 Hari
SQD
98% Beli2% Jual
Rata-rata periode kepemilikan · 8 Hari

Tentang Chainflip

Chainflip mengubah lanskap pertukaran terdesentralisasi dengan memungkinkan swap lintas blockchain yang mulus dan minim slippage. Berbeda dengan metode tradisional, Chainflip menghilangkan kebutuhan akan token wrapped atau dompet khusus, sehingga transaksi lintas-chain menjadi lebih mudah diakses dan ramah pengguna. Di inti teknologinya, Chainflip menggunakan Just-In-Time (JIT) Automated Market Maker (AMM) untuk memfasilitasi perdagangan yang efisien dan aman.

Selengkapnya di halaman FLIP

Tentang Subsquid

Subsquid Network adalah danau data serta mesin kueri terdesentralisasi yang memberikan akses cepat dan tanpa izin bagi developer untuk memanfaatkan data blockchain. Dengan arsitektur modular dan keamanan berbasis ZK proofs, Subsquid menghadirkan skalabilitas tinggi untuk kebutuhan indexing blockchain, pengembangan dApp, dan analitik. Berbeda dengan framework monolitik yang kaku dan sulit beradaptasi, Subsquid menawarkan alternatif efisien dan terdesentralisasi dibandingkan infrastruktur terpusat seperti penyedia RPC dan API besar—mendorong terciptanya internet yang lebih terbuka, netral, dan ramah developer di era Web3.

Selengkapnya di halaman SQD