Perbedaan Chainflip dan Suilend: Chainflip diperdagangkan di Rp5.087 (kapitalisasi pasar --, volume 24 jam Rp1,85M), sedangkan Suilend diperdagangkan di Rp882,28 (kapitalisasi pasar Rp65,02M, volume 24 jam Rp1,62M). Perbedaan utamanya: suplai Suilend dibatasi (70,6M / 100M SEND (71%)), sedangkan Chainflip terus bertambah, dan Chainflip lebih aktif diperdagangkan (Rp1,85M vs Rp1,62M). Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Chainflip selama 18 Hari dan Suilend selama 14 Hari.
| FLIP | SEND | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | -- | Rp65,02M |
Volume (24h) | Rp1,85M | Rp1,62M |
Suplai yang Beredar | -- | 70,6M / 100M SEND (71%) |
Typical Hold Time | 18 Hari | 14 Hari |
Chainflip mengubah lanskap pertukaran terdesentralisasi dengan memungkinkan swap lintas blockchain yang mulus dan minim slippage. Berbeda dengan metode tradisional, Chainflip menghilangkan kebutuhan akan token wrapped atau dompet khusus, sehingga transaksi lintas-chain menjadi lebih mudah diakses dan ramah pengguna. Di inti teknologinya, Chainflip menggunakan Just-In-Time (JIT) Automated Market Maker (AMM) untuk memfasilitasi perdagangan yang efisien dan aman.
Selengkapnya di halaman FLIP →Sejak diluncurkan pada bulan Maret, Suilend telah menjadi salah satu platform DeFi utama di Sui. Kini Suilend berkembang dengan Sui DeFi Suite—lending, LST, swap, dan AMM—untuk membangun superapp DeFi yang lengkap.
Selengkapnya di halaman SEND →