Perbedaan FIO Protocol dan Raydium: FIO Protocol diperdagangkan di Rp16,26 (kapitalisasi pasar Rp31,51M, volume 24 jam Rp66,75M), sedangkan Raydium diperdagangkan di Rp12.568 (kapitalisasi pasar Rp3,36T, volume 24 jam Rp228,92M). Perbedaan utamanya: Raydium jauh lebih besar — sekitar 106,6× kapitalisasi pasar FIO Protocol, dan suplai beredar FIO Protocol 847,4M / 1B FIO (85%) dibanding 269,3M / 555M RAY (49%) milik Raydium. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan FIO Protocol selama 30 Hari dan Raydium selama 24 Hari.
| FIO | RAY | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp31,51M | Rp3,36T |
Volume (24h) | Rp66,75M | Rp228,92M |
Suplai yang Beredar | 847,4M / 1B FIO (85%) | 269,3M / 555M RAY (49%) |
Typical Hold Time | 30 Hari | 24 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Belum ada data sentimen.
FIO Protocol (FIO) adalah solusi usability terdesentralisasi dan sumber terbuka yang bertujuan untuk mempermudah transaksi mata uang kripto di semua blockchain. Hal ini dilakukan dengan mengganti alamat dompet yang kompleks dengan satu Crypto Handle yang dapat disesuaikan dan mudah dibaca, dalam format username@domain. FIO Crypto Handle dapat digunakan untuk mengirim, menerima, meminta, dan menandatangani berbagai jenis transaksi mata uang kripto dengan mudah, seperti mengirim email.
Selengkapnya di halaman FIO →Raydium (RAY) adalah automated market maker (AMM) dan penyedia likuiditas yang dibangun di atas blockchain Solana untuk decentralized exchane (DEX). Tidak seperti AMM lainnya, Raydium menyediakan likuiditas on-chain ke limit order book pusat yang berarti bahwa dana yang disimpan ke Raydium diubah menjadi limit order yang ada di Serum orderbook.
Selengkapnya di halaman RAY →