Perbedaan FIO Protocol dan FC Porto Fan Token: FIO Protocol diperdagangkan di Rp16,26 (kapitalisasi pasar Rp31,51M, volume 24 jam Rp66,75M), sedangkan FC Porto Fan Token diperdagangkan di Rp7.714 (kapitalisasi pasar Rp100,14M, volume 24 jam Rp26,43M). Perbedaan utamanya: FC Porto Fan Token jauh lebih besar — sekitar 3,2× kapitalisasi pasar FIO Protocol, dan suplai beredar FIO Protocol 847,4M / 1B FIO (85%) dibanding 13M / 40M PORTO (33%) milik FC Porto Fan Token. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan FIO Protocol selama 30 Hari dan FC Porto Fan Token selama 43 Hari.
| FIO | PORTO | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp31,51M | Rp100,14M |
Volume (24h) | Rp66,75M | Rp26,43M |
Suplai yang Beredar | 847,4M / 1B FIO (85%) | 13M / 40M PORTO (33%) |
Typical Hold Time | 30 Hari | 43 Hari |
FIO Protocol (FIO) adalah solusi usability terdesentralisasi dan sumber terbuka yang bertujuan untuk mempermudah transaksi mata uang kripto di semua blockchain. Hal ini dilakukan dengan mengganti alamat dompet yang kompleks dengan satu Crypto Handle yang dapat disesuaikan dan mudah dibaca, dalam format username@domain. FIO Crypto Handle dapat digunakan untuk mengirim, menerima, meminta, dan menandatangani berbagai jenis transaksi mata uang kripto dengan mudah, seperti mengirim email.
Selengkapnya di halaman FIO →PORTO adalah fan token pada jaringan BEP-20. Pemegang token dapat dengan mudah berinteraksi dengan pemain dari FC Porto dengan bantuan NFT yang dirilis oleh tim, dan dapat mengikuti meet & greet, mendapatkan merchandise bertandatangan, dan experience eksklusif lainnya. Para penggemar akan memiliki kesempatan untuk berpartisipasi dalam aktivitas klub, karena token PORTO mereka dapat digunakan untuk voting dalam berbagai keputusan, termasuk memilih perlengkapan pemain dan anthem klub.
Selengkapnya di halaman PORTO →