Perbedaan FIO Protocol dan GMX: FIO Protocol diperdagangkan di Rp16,26 (kapitalisasi pasar Rp31,51M, volume 24 jam Rp66,75M), sedangkan GMX diperdagangkan di Rp108.550 (kapitalisasi pasar Rp1,13T, volume 24 jam Rp52,58M). Perbedaan utamanya: GMX jauh lebih besar — sekitar 35,9× kapitalisasi pasar FIO Protocol, dan suplai beredar FIO Protocol 847,4M / 1B FIO (85%) dibanding 10,4M / 13,3M GMX (79%) milik GMX. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan FIO Protocol selama 30 Hari dan GMX selama 45 Hari.
| FIO | GMX | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp31,51M | Rp1,13T |
Volume (24h) | Rp66,75M | Rp52,58M |
Suplai yang Beredar | 847,4M / 1B FIO (85%) | 10,4M / 13,3M GMX (79%) |
Typical Hold Time | 30 Hari | 45 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Belum ada data sentimen.
FIO Protocol (FIO) adalah solusi usability terdesentralisasi dan sumber terbuka yang bertujuan untuk mempermudah transaksi mata uang kripto di semua blockchain. Hal ini dilakukan dengan mengganti alamat dompet yang kompleks dengan satu Crypto Handle yang dapat disesuaikan dan mudah dibaca, dalam format username@domain. FIO Crypto Handle dapat digunakan untuk mengirim, menerima, meminta, dan menandatangani berbagai jenis transaksi mata uang kripto dengan mudah, seperti mengirim email.
Selengkapnya di halaman FIO →GMX merupakan decentralized exchange (DEX) untuk trading kontrak berjangka kripto perpetual dengan leverage hingga 50x untuk mata uang Kripto populer seperti BTC, ETH, dan lainnya. Platform ini diluncurkan pada September 2021 sebagai Gambit Exchange. Saat ini, GMX telah memiliki volume trading hingga $130M dengan 283rb pengguna, menjadikannya DEX derivatif terkemuka di Arbitrum dan Avalanche.
Selengkapnya di halaman GMX →