Perbedaan Fight dan Raydium: Fight diperdagangkan di Rp72,41 (kapitalisasi pasar Rp147,84M, volume 24 jam Rp30,52M), sedangkan Raydium diperdagangkan di Rp11.213 (kapitalisasi pasar Rp3,01T, volume 24 jam Rp111,49M). Perbedaan utamanya: Raydium jauh lebih besar — sekitar 20,4× kapitalisasi pasar Fight, dan suplai beredar Fight 2,1B / 10B FIGHT (21%) dibanding 269,5M / 555M RAY (49%) milik Raydium. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Fight selama 4 Hari dan Raydium selama 25 Hari.
| FIGHT | RAY | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp147,84M | Rp3,01T |
Volume (24h) | Rp30,52M | Rp111,49M |
Suplai yang Beredar | 2,1B / 10B FIGHT (21%) | 269,5M / 555M RAY (49%) |
Typical Hold Time | 4 Hari | 25 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
FIGHT adalah ekosistem Web3 yang berfokus pada olahraga tarung dan dibangun di Solana serta BNB Chain. Platform ini meningkatkan keterlibatan penggemar melalui kemitraan, koleksi digital, dan identitas digital seperti Fight.ID. Token ini memiliki suplai tetap 10 miliar, dengan sebagian besar dialokasikan untuk insentif komunitas, mendukung reward dan governance dalam ekosistem.
Selengkapnya di halaman FIGHT →Raydium (RAY) adalah automated market maker (AMM) dan penyedia likuiditas yang dibangun di atas blockchain Solana untuk decentralized exchane (DEX). Tidak seperti AMM lainnya, Raydium menyediakan likuiditas on-chain ke limit order book pusat yang berarti bahwa dana yang disimpan ke Raydium diubah menjadi limit order yang ada di Serum orderbook.
Selengkapnya di halaman RAY →