Perbedaan Harvest Finance dan SUPRA: Harvest Finance diperdagangkan di Rp103.810 (kapitalisasi pasar Rp92,33M, volume 24 jam Rp17,88M), sedangkan SUPRA diperdagangkan di Rp3 (kapitalisasi pasar Rp97,86M, volume 24 jam Rp5,28M). Perbedaan utamanya: Harvest Finance dan SUPRA berukuran mirip dari sisi kapitalisasi pasar, dan suplai SUPRA dibatasi (32,7B / 100B SUPRA (33%)), sedangkan Harvest Finance terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Harvest Finance selama 47 Hari dan SUPRA selama 17 Hari.
| FARM | SUPRA | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp92,33M | Rp97,86M |
Volume (24h) | Rp17,88M | Rp5,28M |
Suplai yang Beredar | 672,2K FARM | 32,7B / 100B SUPRA (33%) |
Typical Hold Time | 47 Hari | 17 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Belum ada data sentimen.
Harvest Finance adalah platform manajemen aset yang berupaya memaksimalkan yield untuk aset yang disimpan ke dalam vault Harvest. Vault protokol ini menjalankan berbagai strategi yield farming; keuntungan dari strategi ini dibagi antara penyedia likuiditas dan pengguna yang memberi imbalan yang digunakan untuk staking di kumpulan bagi hasil mereka.
Selengkapnya di halaman FARM →Supra adalah blockchain pertama yang dibangun untuk Automatic DeFi (AutoFi), sistem keuangan otomatis. Sebagai solusi Layer-1, Supra mendukung smart contract berkecepatan tinggi dengan integrasi data dan AI oracle, otomasi, serta pesan lintas-chain. Hal ini memungkinkan fitur AutoFi inovatif yang menghasilkan pendapatan dan mendistribusikannya ke aplikasi serta operator node, mengurangi ketergantungan pada reward blok seiring waktu. Stack Supra juga menyediakan agen AI dengan alat untuk membuat dan mengeksekusi strategi AutoFi yang efektif bagi pengguna secara on-chain, aman, dan otonom.
Selengkapnya di halaman SUPRA →