Perbedaan Harvest Finance dan Mask Network: Harvest Finance diperdagangkan di Rp103.810 (kapitalisasi pasar Rp92,33M, volume 24 jam Rp17,88M), sedangkan Mask Network diperdagangkan di Rp6.314 (kapitalisasi pasar Rp632,47M, volume 24 jam Rp152,17M). Perbedaan utamanya: Mask Network jauh lebih besar — sekitar 6,9× kapitalisasi pasar Harvest Finance, dan suplai Mask Network dibatasi (100M / 100M MASK (100%)), sedangkan Harvest Finance terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Harvest Finance selama 47 Hari dan Mask Network selama 24 Hari.
| FARM | MASK | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp92,33M | Rp632,47M |
Volume (24h) | Rp17,88M | Rp152,17M |
Suplai yang Beredar | 672,2K FARM | 100M / 100M MASK (100%) |
Typical Hold Time | 47 Hari | 24 Hari |
Harvest Finance adalah platform manajemen aset yang berupaya memaksimalkan yield untuk aset yang disimpan ke dalam vault Harvest. Vault protokol ini menjalankan berbagai strategi yield farming; keuntungan dari strategi ini dibagi antara penyedia likuiditas dan pengguna yang memberi imbalan yang digunakan untuk staking di kumpulan bagi hasil mereka.
Selengkapnya di halaman FARM →Mask Network adalah protokol yang memungkinkan pengguna mengirim pesan terenkripsi di Twitter dan Facebook, menghubungkan internet tradisional dengan jaringan terdesentralisasi. Diluncurkan pada Juli 2019, Mask Network mendapatkan pendanaan sebesar $5 juta dari perusahaan seperti HashKey dan Digital Currency Group. Saat ini, Mask Network mendukung pendanaan hibah Gitcoin langsung dari Twitter dan berencana untuk mengintegrasikan pembayaran peer-to-peer serta penyimpanan terdesentralisasi. Mask Network berfungsi sebagai portal terdesentralisasi, memungkinkan pengguna mengakses DApp untuk pembayaran kripto, DeFi, NFT, DAO, dan lainnya tanpa meninggalkan platform media sosial yang ada, membangun ekosistem Applet terdesentralisasi (DApplet).
Selengkapnya di halaman MASK →