Perbedaan SynFutures dan TAC Protocol: SynFutures diperdagangkan di Rp60,86 (kapitalisasi pasar Rp273,59M, volume 24 jam Rp49,28M), sedangkan TAC Protocol diperdagangkan di Rp55,27 (kapitalisasi pasar Rp267,36M, volume 24 jam Rp106,53M). Perbedaan utamanya: SynFutures dan TAC Protocol berukuran mirip dari sisi kapitalisasi pasar, dan suplai SynFutures dibatasi (4,5B / 10B F (45%)), sedangkan TAC Protocol terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan SynFutures selama 13 Hari dan TAC Protocol selama 4 Hari.
| F | TAC | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp273,59M | Rp267,36M |
Volume (24h) | Rp49,28M | Rp106,53M |
Suplai yang Beredar | 4,5B / 10B F (45%) | 4,8B TAC |
Typical Hold Time | 13 Hari | 4 Hari |
Sinyal dari Aura AI Pluang — bukan nasihat finansial
Token F saat ini diperdagangkan pada Rp60.928 dengan kapitalisasi pasar Rp273,59 juta, menunjukkan sinyal teknis bearish dengan moving averages yang seluruhnya bearish (0 buy, 13 sell). Posisi harga berada di sekitar titik pivot Rp61 dengan support kuat di Rp56-59. Supply yang beredar mencapai 4,5 juta dari total 10 juta token, dengan rata-rata hold time 13 hari mencerminkan aktivitas trading jangka pendek.
Outlook keseluruhan cenderung hati-hati dengan tekanan jual dominan, namun RSI netral memberikan ruang untuk konsolidasi. Risiko utama meliputi volatilitas tinggi dan likuiditas terbatas, sementara peluang ada pada potensi rebound dari level support jika ada perkembangan fundamental positif dalam ekosistem.
TAC Protocol saat ini diperdagangkan pada harga Rp55,268 dengan sinyal teknis keseluruhan BEARISH. Posisi harga berada di antara support S1 (Rp48) dan resistance R1 (Rp56), menunjukkan konsolidasi dalam tren turun jangka pendek. RSI_12 memberikan sinyal beli lemah di level 9.90, namun moving averages secara bulat bearish. Hold time rata-rata hanya 4 hari mengindikasikan aktivitas trading jangka pendek mendominasi. Tidak ada update protokol atau perkembangan ekosistem signifikan yang tercatat dalam beberapa pekan terakhir.
Outlook keseluruhan tetap hati-hati dengan bias bearish. Peluang utama terletak pada potensi rebound dari level support jika momentum jual melemah, namun risiko tinggi volatilitas dan likuiditas terbatas (market cap hanya Rp267,36M) membuat aset ini rentan terhadap pergerakan harga drastis. Investor harus memantau ketat level support kunci dan volume trading sebelum mengambil posisi.
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
SynFutures (F) adalah bursa terdesentralisasi (DEX) dan infrastruktur keuangan untuk masa depan trading. Dengan Oyster AMM dan mesin pencocokan on-chain, siapa pun dapat mencatat dan memperdagangkan derivatif dengan leverage.
Selengkapnya di halaman F →TAC adalah blockchain EVM-compatible pertama yang dibangun khusus untuk ekosistem TON dan Telegram. TAC menghadirkan fungsionalitas DeFi lengkap sejak awal dengan infrastruktur EVM, aplikasi DeFi unggulan yang sudah tersedia, serta likuiditas dari Ethereum dan BTC.
Selengkapnya di halaman TAC →