Perbedaan ether.fi dan MyShell: ether.fi diperdagangkan di Rp6.785 (kapitalisasi pasar Rp6,63T, volume 24 jam Rp372,79M), sedangkan MyShell diperdagangkan di Rp353,63 (kapitalisasi pasar Rp144,09M, volume 24 jam Rp81,1M). Perbedaan utamanya: ether.fi jauh lebih besar — sekitar 46× kapitalisasi pasar MyShell, dan suplai beredar ether.fi 973,5M / 1B ETHFI (98%) dibanding 409,1M / 1B SHELL (41%) milik MyShell. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan ether.fi selama 43 Hari dan MyShell selama 21 Hari.
| ETHFI | SHELL | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp6,63T | Rp144,09M |
Volume (24h) | Rp372,79M | Rp81,1M |
Suplai yang Beredar | 973,5M / 1B ETHFI (98%) | 409,1M / 1B SHELL (41%) |
Typical Hold Time | 43 Hari | 21 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
ether.fi adalah protokol liquid restaking di Ethereum. Token liquid restaking mereka, eETH, adalah token native liquid restaking pertama di Ethereum. Para staker bbisa minting eETH di ether.fi. Ketika pengguna melakukannya, ether.fi kemudian akan staking dan restaking ETH, memungkinkan pengguna untuk memaksimalkan reward. Dengan minting eETH, kamu mendapatkan akses ke 4 jenis reward: Reward staking Ethereum, poin Loyalti ether.fi, reward restaking (termasuk poin EigenLayer), dan kemampuan untuk menyediakan likuiditas ke protokol DeFi.
Selengkapnya di halaman ETHFI →MyShell adalah platform ramah pengguna yang memungkinkan siapa pun untuk membuat, membagikan, dan memiliki agen AI. Platform ini menghubungkan AI dan blockchain melalui kerangka kerja agen, model open-source, dan komunitas kreator AI. MyShell juga menawarkan hiburan dan utilitas berbasis AI, sambil memberikan kepemilikan bersama kepada penggunanya.
Selengkapnya di halaman SHELL →