Perbedaan ether.fi dan Mask Network: ether.fi diperdagangkan di Rp7.771 (kapitalisasi pasar Rp7,16T, volume 24 jam Rp771,24M), sedangkan Mask Network diperdagangkan di Rp7.132 (kapitalisasi pasar Rp713,04M, volume 24 jam Rp197,96M). Perbedaan utamanya: ether.fi jauh lebih besar — sekitar 10× kapitalisasi pasar Mask Network, dan suplai beredar ether.fi 927,4M / 1B ETHFI (93%) dibanding 100M / 100M MASK (100%) milik Mask Network. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan ether.fi selama 42 Hari dan Mask Network selama 23 Hari.
| ETHFI | MASK | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp7,16T | Rp713,04M |
Volume (24h) | Rp771,24M | Rp197,96M |
Suplai yang Beredar | 927,4M / 1B ETHFI (93%) | 100M / 100M MASK (100%) |
Typical Hold Time | 42 Hari | 23 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Berita terbaru kedua aset
ether.fi adalah protokol liquid restaking di Ethereum. Token liquid restaking mereka, eETH, adalah token native liquid restaking pertama di Ethereum. Para staker bbisa minting eETH di ether.fi. Ketika pengguna melakukannya, ether.fi kemudian akan staking dan restaking ETH, memungkinkan pengguna untuk memaksimalkan reward. Dengan minting eETH, kamu mendapatkan akses ke 4 jenis reward: Reward staking Ethereum, poin Loyalti ether.fi, reward restaking (termasuk poin EigenLayer), dan kemampuan untuk menyediakan likuiditas ke protokol DeFi.
Selengkapnya di halaman ETHFI →Mask Network adalah protokol yang memungkinkan pengguna mengirim pesan terenkripsi di Twitter dan Facebook, menghubungkan internet tradisional dengan jaringan terdesentralisasi. Diluncurkan pada Juli 2019, Mask Network mendapatkan pendanaan sebesar $5 juta dari perusahaan seperti HashKey dan Digital Currency Group. Saat ini, Mask Network mendukung pendanaan hibah Gitcoin langsung dari Twitter dan berencana untuk mengintegrasikan pembayaran peer-to-peer serta penyimpanan terdesentralisasi. Mask Network berfungsi sebagai portal terdesentralisasi, memungkinkan pengguna mengakses DApp untuk pembayaran kripto, DeFi, NFT, DAO, dan lainnya tanpa meninggalkan platform media sosial yang ada, membangun ekosistem Applet terdesentralisasi (DApplet).
Selengkapnya di halaman MASK →