Perbedaan ether.fi dan GMX: ether.fi diperdagangkan di Rp7.771 (kapitalisasi pasar Rp7,16T, volume 24 jam Rp771,24M), sedangkan GMX diperdagangkan di Rp107.796 (kapitalisasi pasar Rp1,13T, volume 24 jam Rp53,42M). Perbedaan utamanya: ether.fi jauh lebih besar — sekitar 6,3× kapitalisasi pasar GMX, dan suplai beredar ether.fi 927,4M / 1B ETHFI (93%) dibanding 10,4M / 13,3M GMX (79%) milik GMX. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan ether.fi selama 42 Hari dan GMX selama 45 Hari.
| ETHFI | GMX | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp7,16T | Rp1,13T |
Volume (24h) | Rp771,24M | Rp53,42M |
Suplai yang Beredar | 927,4M / 1B ETHFI (93%) | 10,4M / 13,3M GMX (79%) |
Typical Hold Time | 42 Hari | 45 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Berita terbaru kedua aset
ether.fi adalah protokol liquid restaking di Ethereum. Token liquid restaking mereka, eETH, adalah token native liquid restaking pertama di Ethereum. Para staker bbisa minting eETH di ether.fi. Ketika pengguna melakukannya, ether.fi kemudian akan staking dan restaking ETH, memungkinkan pengguna untuk memaksimalkan reward. Dengan minting eETH, kamu mendapatkan akses ke 4 jenis reward: Reward staking Ethereum, poin Loyalti ether.fi, reward restaking (termasuk poin EigenLayer), dan kemampuan untuk menyediakan likuiditas ke protokol DeFi.
Selengkapnya di halaman ETHFI →GMX merupakan decentralized exchange (DEX) untuk trading kontrak berjangka kripto perpetual dengan leverage hingga 50x untuk mata uang Kripto populer seperti BTC, ETH, dan lainnya. Platform ini diluncurkan pada September 2021 sebagai Gambit Exchange. Saat ini, GMX telah memiliki volume trading hingga $130M dengan 283rb pengguna, menjadikannya DEX derivatif terkemuka di Arbitrum dan Avalanche.
Selengkapnya di halaman GMX →