Perbedaan Ethereum Classic dan Qtum: Ethereum Classic diperdagangkan di Rp128.150 (kapitalisasi pasar Rp20,15T, volume 24 jam Rp596,54M), sedangkan Qtum diperdagangkan di Rp12.461 (kapitalisasi pasar Rp1,32T, volume 24 jam Rp113,27M). Perbedaan utamanya: Ethereum Classic jauh lebih besar — sekitar 15,3× kapitalisasi pasar Qtum, dan suplai beredar Ethereum Classic 157,5M / 210,7M ETC (75%) dibanding 106,1M / 107,8M QTUM (99%) milik Qtum. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Ethereum Classic selama 65 Hari dan Qtum selama 68 Hari.
| ETC | QTUM | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp20,15T | Rp1,32T |
Volume (24h) | Rp596,54M | Rp113,27M |
Suplai yang Beredar | 157,5M / 210,7M ETC (75%) | 106,1M / 107,8M QTUM (99%) |
Typical Hold Time | 65 Hari | 68 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Ethereum Classic (ETC) adalah bagian dari Ethereum (ETH) yang diluncurkan pada Juli 2016. Fungsi utamanya adalah sebagai jaringan kontrak pintar, dengan kemampuan untuk meng-host dan mendukung aplikasi terdesentralisasi (DApps).
Selengkapnya di halaman ETC →QTUM (diucapkan "kuantum") adalah platform blockchain open-source dengan proof-of-stake (PoS) smart contract dan protokol transfer nilai. QTUM bertujuan untuk menyatukan kekuatan Bitcoin dan Ethereum dalam satu chain. Qtum dibangun di atas model transaksi UTXO Bitcoin, dengan fungsionalitas tambahan dari eksekusi smart contract dan DApps. Baru-baru ini, QTUM menambahkan dukungan untuk aplikasi DeFi. Per Maret 2021, ada lebih dari 20 token yang telah dibuat di blockchain Qtum.
Selengkapnya di halaman QTUM →