Perbedaan Ethereum Classic dan Newton Protocol: Ethereum Classic diperdagangkan di Rp128.150 (kapitalisasi pasar Rp20,12T, volume 24 jam Rp592,08M), sedangkan Newton Protocol diperdagangkan di Rp830,84 (kapitalisasi pasar Rp243,01M, volume 24 jam Rp184,3M). Perbedaan utamanya: Ethereum Classic jauh lebih besar — sekitar 82,8× kapitalisasi pasar Newton Protocol, dan suplai beredar Ethereum Classic 157,5M / 210,7M ETC (75%) dibanding 293,6M / 1B NEWT (30%) milik Newton Protocol. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Ethereum Classic selama 65 Hari dan Newton Protocol selama 24 Hari.
| ETC | NEWT | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp20,12T | Rp243,01M |
Volume (24h) | Rp592,08M | Rp184,3M |
Suplai yang Beredar | 157,5M / 210,7M ETC (75%) | 293,6M / 1B NEWT (30%) |
Typical Hold Time | 65 Hari | 24 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Ethereum Classic (ETC) adalah bagian dari Ethereum (ETH) yang diluncurkan pada Juli 2016. Fungsi utamanya adalah sebagai jaringan kontrak pintar, dengan kemampuan untuk meng-host dan mendukung aplikasi terdesentralisasi (DApps).
Selengkapnya di halaman ETC →Newton Protocol berfungsi sebagai lapisan otomatisasi yang dapat diverifikasi untuk keuangan on-chain, memungkinkan pengguna mendelegasikan tindakan kompleks lintas-chain kepada agen AI sambil memastikan setiap langkah mematuhi panduan yang ditetapkan pengguna melalui jaminan cryptography. Protokol ini menggabungkan smart accounts, seperti ERC-4337 dan EIP-7702, untuk delegasi yang terperinci, bersama dengan Trusted Execution Environment (TEE) attestations dan zero-knowledge proofs (ZKP) untuk memverifikasi keakuratan setiap keputusan off-chain. Tujuannya adalah mengubah otomatisasi menjadi kerangka kerja minim-kepercayaan, sehingga memfasilitasi agentic finance di berbagai blockchain.
Selengkapnya di halaman NEWT →