Perbedaan Ethereum Classic dan Neo: Ethereum Classic diperdagangkan di Rp111.097 (kapitalisasi pasar Rp17,52T, volume 24 jam Rp456,02M), sedangkan Neo diperdagangkan di Rp29.966 (kapitalisasi pasar Rp2,11T, volume 24 jam Rp84,82M). Perbedaan utamanya: Ethereum Classic jauh lebih besar — sekitar 8,3× kapitalisasi pasar Neo, dan suplai Ethereum Classic dibatasi (157,8M / 210,7M ETC (75%)), sedangkan Neo terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Ethereum Classic selama 66 Hari dan Neo selama 94 Hari.
| ETC | NEO | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp17,52T | Rp2,11T |
Volume (24h) | Rp456,02M | Rp84,82M |
Suplai yang Beredar | 157,8M / 210,7M ETC (75%) | 70,5M NEO |
Typical Hold Time | 66 Hari | 94 Hari |
Sinyal dari Aura AI Pluang — bukan nasihat finansial
Ethereum Classic (ETC) saat ini diperdagangkan pada Rp110.147 dengan kapitalisasi pasar Rp17,63 triliun, menunjukkan sinyal teknis bearish yang kuat dengan semua moving average dan osilator mengindikasikan tekanan jual. Harga berada di antara level support S1 (Rp111.973) dan S2 (Rp109.696) dengan sirkulasi token mencapai 75% dari total supply. Tidak ada perkembangan fundamental signifikan yang tercatat untuk aset ini.
Outlook keseluruhan cenderung bearish dengan risiko volatilitas tinggi. Peluang terbatas pada potensi rebound dari level support, namun investor perlu waspada terhadap tekanan jual berkelanjutan dan rendahnya aktivitas jaringan. Risiko utama meliputi likuiditas terbatas dan sentimen pasar kripto yang lesu.
NEO saat ini diperdagangkan di zona support kritis Rp29.704 dengan sinyal teknis bearish jangka pendek, meskipun RSI menunjukkan kondisi oversold yang dapat memicu rebound. Token ini memiliki market cap Rp2,11T dengan sirkulasi 70,5 juta token. Tidak ada update protokol besar yang dilaporkan dalam beberapa bulan terakhir berdasarkan data CoinGecko per Agustus 2026.
Outlook keseluruhan tetap hati-hati karena tekanan jual dominan, namun level oversold RSI menawarkan peluang trading jangka pendek. Risiko utama termasuk volatilitas tinggi, likuiditas terbatas di pasar IDR, dan ketidakpastian regulasi kripto global. Investor harus memantau breakout di atas resistance Rp31.968 untuk konfirmasi reversal.
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Ethereum Classic (ETC) adalah bagian dari Ethereum (ETH) yang diluncurkan pada Juli 2016. Fungsi utamanya adalah sebagai jaringan kontrak pintar, dengan kemampuan untuk meng-host dan mendukung aplikasi terdesentralisasi (DApps).
Selengkapnya di halaman ETC →Neo adalah platform kontrak pintar, mirip dengan Ethereum, yang dibuat di China. Neo melabelkan diri sebagai ekosistem yang “tumbuh dan berkembang pesat” dengan tujuan untuk menjadi fondasi bagi generasi internet berikutnya — sebuah ekonomi baru di mana pembayaran, identitas, dan aset digital bersatu.
Selengkapnya di halaman NEO →