Perbedaan Ethereum Classic dan Layer3: Ethereum Classic diperdagangkan di Rp128.150 (kapitalisasi pasar Rp20,21T, volume 24 jam Rp581,59M), sedangkan Layer3 diperdagangkan di Rp95,82 (kapitalisasi pasar Rp116,48M, volume 24 jam Rp67,14M). Perbedaan utamanya: Ethereum Classic jauh lebih besar — sekitar 173,5× kapitalisasi pasar Layer3, dan suplai beredar Ethereum Classic 157,5M / 210,7M ETC (75%) dibanding 1,2B / 3,3B L3 (37%) milik Layer3. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Ethereum Classic selama 65 Hari dan Layer3 selama 8 Hari.
| ETC | L3 | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp20,21T | Rp116,48M |
Volume (24h) | Rp581,59M | Rp67,14M |
Suplai yang Beredar | 157,5M / 210,7M ETC (75%) | 1,2B / 3,3B L3 (37%) |
Typical Hold Time | 65 Hari | 8 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Ethereum Classic (ETC) adalah bagian dari Ethereum (ETH) yang diluncurkan pada Juli 2016. Fungsi utamanya adalah sebagai jaringan kontrak pintar, dengan kemampuan untuk meng-host dan mendukung aplikasi terdesentralisasi (DApps).
Selengkapnya di halaman ETC →Layer3 adalah token multi-utilitas dengan total pasokan 3.333.333.333 token, dirancang untuk mendukung ekosistem staking dengan hadiah berlapis dan mekanisme burn. Pengguna dapat melakukan staking L3 untuk memperoleh penghasilan pasif dan membuka token tata kelola tambahan (misalnya OP, ARB) melalui partisipasi aktif. Membakar token L3 memberikan akses ke jaringan Layer3, memungkinkan pengguna memposting quest, dan menggunakan CUBE credentials—identitas unik untuk pencapaian omnichain. Token yang dibakar juga memberikan berbagai keuntungan di ekosistem mitra, seperti akses awal, diskon biaya, NFT eksklusif, dan lainnya.
Selengkapnya di halaman L3 →