Perbedaan Ethereum Classic dan Gas: Ethereum Classic diperdagangkan di Rp128.150 (kapitalisasi pasar Rp20,12T, volume 24 jam Rp592,08M), sedangkan Gas diperdagangkan di Rp19.179 (kapitalisasi pasar Rp1,24T, volume 24 jam Rp47,26M). Perbedaan utamanya: Ethereum Classic jauh lebih besar — sekitar 16,2× kapitalisasi pasar Gas, dan suplai Ethereum Classic dibatasi (157,5M / 210,7M ETC (75%)), sedangkan Gas terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Ethereum Classic selama 65 Hari dan Gas selama 47 Hari.
| ETC | GAS | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp20,12T | Rp1,24T |
Volume (24h) | Rp592,08M | Rp47,26M |
Suplai yang Beredar | 157,5M / 210,7M ETC (75%) | 65M GAS |
Typical Hold Time | 65 Hari | 47 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Ethereum Classic (ETC) adalah bagian dari Ethereum (ETH) yang diluncurkan pada Juli 2016. Fungsi utamanya adalah sebagai jaringan kontrak pintar, dengan kemampuan untuk meng-host dan mendukung aplikasi terdesentralisasi (DApps).
Selengkapnya di halaman ETC →GAS adalah token NEP-17 di Neo yang digunakan untuk menyelesaikan biaya transaksi jaringan Neo. Neo sendiri adalah blockchain Layer-1 yang memanfaatkan Neo Virtual Machine (NVM) untuk mengeksekusi kontrak pintar dan melayani pengalaman developer dengan mendukung berbagai bahasa pemrograman. Neo menggunakan mekanisme konsensus Byzantine Fault Tolerance (dBFT) yang didelegasikan untuk mencapai konsensus jaringan.
Selengkapnya di halaman GAS →