Perbedaan Ethereum Classic dan ether.fi: Ethereum Classic diperdagangkan di Rp128.150 (kapitalisasi pasar Rp20,25T, volume 24 jam Rp587,8M), sedangkan ether.fi diperdagangkan di Rp7.771 (kapitalisasi pasar Rp7,31T, volume 24 jam Rp710,95M). Perbedaan utamanya: Ethereum Classic jauh lebih besar — sekitar 2,8× kapitalisasi pasar ether.fi, dan suplai beredar Ethereum Classic 157,5M / 210,7M ETC (75%) dibanding 927,4M / 1B ETHFI (93%) milik ether.fi. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Ethereum Classic selama 65 Hari dan ether.fi selama 42 Hari.
| ETC | ETHFI | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp20,25T | Rp7,31T |
Volume (24h) | Rp587,8M | Rp710,95M |
Suplai yang Beredar | 157,5M / 210,7M ETC (75%) | 927,4M / 1B ETHFI (93%) |
Typical Hold Time | 65 Hari | 42 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Berita terbaru kedua aset
Ethereum Classic (ETC) adalah bagian dari Ethereum (ETH) yang diluncurkan pada Juli 2016. Fungsi utamanya adalah sebagai jaringan kontrak pintar, dengan kemampuan untuk meng-host dan mendukung aplikasi terdesentralisasi (DApps).
Selengkapnya di halaman ETC →ether.fi adalah protokol liquid restaking di Ethereum. Token liquid restaking mereka, eETH, adalah token native liquid restaking pertama di Ethereum. Para staker bbisa minting eETH di ether.fi. Ketika pengguna melakukannya, ether.fi kemudian akan staking dan restaking ETH, memungkinkan pengguna untuk memaksimalkan reward. Dengan minting eETH, kamu mendapatkan akses ke 4 jenis reward: Reward staking Ethereum, poin Loyalti ether.fi, reward restaking (termasuk poin EigenLayer), dan kemampuan untuk menyediakan likuiditas ke protokol DeFi.
Selengkapnya di halaman ETHFI →