Investasi
Fitur
BiayaKeamanan
Akademi
Lainnya
Pluang+

Bandingkan Harga & Kinerja ESSA Industries Indonesia Tbk. (ESSA) vs Tembaga Mulia Semanan Tbk. (TBMS)

ESSA Industries Indonesia Tbk.Trading
Tembaga Mulia Semanan Tbk.Trading

Kinerja harga (24 Jam Terakhir)

Statistik utama

Perbedaan ESSA Industries Indonesia Tbk. dan Tembaga Mulia Semanan Tbk.: ESSA Industries Indonesia Tbk. diperdagangkan di Rp610 (kapitalisasi pasar 9,99 T, volume 24 jam 98,78 jt), sedangkan Tembaga Mulia Semanan Tbk. diperdagangkan di Rp1.230 (kapitalisasi pasar 892,64 M, volume 24 jam 28,9 rb). Perbedaan utamanya: ESSA Industries Indonesia Tbk. jauh lebih besar — sekitar 11,2× kapitalisasi pasar Tembaga Mulia Semanan Tbk., dan ESSA Industries Indonesia Tbk. lebih aktif diperdagangkan (98,78 jt vs 28,9 rb). Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu.

ESSATBMS
Kapitalisasi Pasar
9,99 T892,64 M
Volume
98,78 jt28,9 rb
Lot
987,79 rb289
Perputaran
59,27 M35,54 jt
Harga Rata-rata
600,011.229,69
Nilai Transaksi
59,27 M35,54 jt
Harga Ekuilibrium Indikatif
610
Volume Ekuilibrium Indikatif
72,8 rb

Perbandingan imbal hasil

Imbal hasil berjalan pada periode standar

Berita terkini

Berita terbaru kedua aset

ESSA
Lihat detail
TBMS
Lihat detail

Tentang ESSA Industries Indonesia Tbk.

Surya Esa Perkasa, PT (the company) was established based on the Notarial Deed No. 7 dated March 24, 2006 of Hasbullah Abdul Rasyid SH., M.Kn, public notary in Jakarta, within the framework of Domestic Capital Law No. 6 year 1968 Jo Law No. 12 year 1970.

Selengkapnya di halaman ESSA

Tentang Tembaga Mulia Semanan Tbk.

PT. Tembaga Mulia Semanan Tbk was incorporated based on the Notarial Deed No. 31 dated February 3, 1977 of Kartini Muljadi, S.H., as amended by Notarial Deed No. 48 dated July 6, 1977 of the same notary. The company has started commercial production since Dec 1979. And started production/assembly of electronics wire/cable in 1993. Drawn wire in 1995 and assembly of optical fibre cable in 1998, tinned copper in 1998.

Selengkapnya di halaman TBMS