Investasi
Fitur
BiayaKeamanan
Akademi
Lainnya
Pluang+

Bandingkan Harga & Kinerja ESSA Industries Indonesia Tbk. (ESSA) vs Jaya Agra Wattie Tbk (JAWA)

ESSA Industries Indonesia Tbk.Trading
Jaya Agra Wattie TbkTrading

Kinerja harga (24 Jam Terakhir)

Statistik utama

Perbedaan ESSA Industries Indonesia Tbk. dan Jaya Agra Wattie Tbk: ESSA Industries Indonesia Tbk. diperdagangkan di Rp595 (kapitalisasi pasar 10,51 T, volume 24 jam 85,52 jt), sedangkan Jaya Agra Wattie Tbk diperdagangkan di Rp115 (kapitalisasi pasar 1,87 T, volume 24 jam 1,83 jt). Perbedaan utamanya: ESSA Industries Indonesia Tbk. jauh lebih besar — sekitar 5,6× kapitalisasi pasar Jaya Agra Wattie Tbk, dan ESSA Industries Indonesia Tbk. lebih aktif diperdagangkan (85,52 jt vs 1,83 jt). Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu.

ESSAJAWA
Kapitalisasi Pasar
10,51 T1,87 T
Volume
85,52 jt1,83 jt
Lot
855,23 rb18,28 rb
Perputaran
50,96 M211,69 jt
Harga Rata-rata
595,81115,79
Nilai Transaksi
50,96 M211,69 jt
Harga Ekuilibrium Indikatif
595115
Volume Ekuilibrium Indikatif
16,55 rb1,32 rb

Perbandingan imbal hasil

Imbal hasil berjalan pada periode standar

Berita terkini

Berita terbaru kedua aset

ESSA
Lihat detail
JAWA
Lihat detail

Tentang ESSA Industries Indonesia Tbk.

Surya Esa Perkasa, PT (the company) was established based on the Notarial Deed No. 7 dated March 24, 2006 of Hasbullah Abdul Rasyid SH., M.Kn, public notary in Jakarta, within the framework of Domestic Capital Law No. 6 year 1968 Jo Law No. 12 year 1970.

Selengkapnya di halaman ESSA

Tentang Jaya Agra Wattie Tbk

PT Jaya Agra Wattie was founded with the name Handel Maatschappij J.A. Wattie and Company Limited. PT Jaya Agra Wattie (Persero) is one of private agribusiness corporations engaging in plantation, processing and agricultural logistics and marketing activities. Having 90 years of experience in the agriculture sector, the company continually strengthens its business base through a diversification approach by cultivating various premium plantations of primary raw commodities such as rubber, crude palm oil (CPO), coffee and tea.

Selengkapnya di halaman JAWA