Investasi
Fitur
BiayaKeamanan
Akademi
Lainnya
Pluang+

Bandingkan Harga & Kinerja Eratex Djaja Tbk. (ERTX) vs IMC Pelita Logistik Tbk. (PSSI)

Eratex Djaja Tbk.Trading
IMC Pelita Logistik Tbk.Trading

Kinerja harga (24 Jam Terakhir)

Statistik utama

Perbedaan Eratex Djaja Tbk. dan IMC Pelita Logistik Tbk.: Eratex Djaja Tbk. diperdagangkan di Rp147 (kapitalisasi pasar 190,41 M, volume 24 jam 3,3 jt), sedangkan IMC Pelita Logistik Tbk. diperdagangkan di Rp316 (kapitalisasi pasar 1,71 T, volume 24 jam 2,99 jt). Perbedaan utamanya: IMC Pelita Logistik Tbk. jauh lebih besar — sekitar 9× kapitalisasi pasar Eratex Djaja Tbk., dan Eratex Djaja Tbk. lebih aktif diperdagangkan (3,3 jt vs 2,99 jt). Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu.

ERTXPSSI
Kapitalisasi Pasar
190,41 M1,71 T
Volume
3,3 jt2,99 jt
Lot
32,95 rb29,87 rb
Perputaran
495,03 jt945,57 jt
Harga Rata-rata
150,22316,52
Nilai Transaksi
495,03 jt945,57 jt
Harga Ekuilibrium Indikatif
147316
Volume Ekuilibrium Indikatif
4241

Perbandingan imbal hasil

Imbal hasil berjalan pada periode standar

Berita terkini

Berita terbaru kedua aset

ERTX
Lihat detail
PSSI
Lihat detail

Tentang Eratex Djaja Tbk.

PT Eratex Djaja Tbk (the "Entity") was established in the framework of Foreign Capital Investment Law No.1, 1967 by Notarial Deed No.7 dated October 12, 1972 based on Deed prepared by Koerniatini Karim, Public Notary in Jakarta. Founded in 1972 as a joint venture company between PT Private Development Finance Company of Indonesia Ltd. and Limmen Investment Ltd., Unisouh Holding Ltd., Eastern Cotton Mills Ltd. Yarn spinning factory was built in 1973 on 17 ha of land in Probolinggo.

Selengkapnya di halaman ERTX

Tentang IMC Pelita Logistik Tbk.

PT Pelita Samudera Shipping (the Company) was established based on Notarial Deed No. 20 of Sutjipto, S.H., a notary in Jakarta, dated 10 January 2007, which was amended by Notarial Deed No.127 of Sutjipto, S.H. dated 16 April 2007. The Company obtained an approval to become a Foreign Capital Investment Company (“PMA”) from the Indonesian Investment Coordinating Board (“BKPM”)under decision letter No. 213/V/PMA/2009 dated 21 October 2009.

Selengkapnya di halaman PSSI