Investasi
Fitur
BiayaKeamanan
Akademi
Lainnya
Pluang+

Bandingkan Harga & Kinerja Eratex Djaja Tbk. (ERTX) vs Maharaksa Biru Energi Tbk. (OASA)

Eratex Djaja Tbk.Trading
Maharaksa Biru Energi Tbk.Trading

Kinerja harga (24 Jam Terakhir)

Statistik utama

Perbedaan Eratex Djaja Tbk. dan Maharaksa Biru Energi Tbk.: Eratex Djaja Tbk. diperdagangkan di Rp189 (kapitalisasi pasar 243,16 M, volume 24 jam 340,4 rb), sedangkan Maharaksa Biru Energi Tbk. diperdagangkan di Rp318 (kapitalisasi pasar 2,06 T, volume 24 jam 15,75 jt). Perbedaan utamanya: Maharaksa Biru Energi Tbk. jauh lebih besar — sekitar 8,5× kapitalisasi pasar Eratex Djaja Tbk., dan Maharaksa Biru Energi Tbk. lebih aktif diperdagangkan (15,75 jt vs 340,4 rb). Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu.

ERTXOASA
Kapitalisasi Pasar
243,16 M2,06 T
Volume
340,4 rb15,75 jt
Lot
3,4 rb157,48 rb
Perputaran
64,57 jt5,01 M
Harga Rata-rata
189,69317,85
Nilai Transaksi
64,57 jt5,01 M
Harga Ekuilibrium Indikatif
190324
Volume Ekuilibrium Indikatif
13436,3 rb

Perbandingan imbal hasil

Imbal hasil berjalan pada periode standar

Berita terkini

Berita terbaru kedua aset

ERTX
Lihat detail
OASA
Lihat detail

Tentang Eratex Djaja Tbk.

PT Eratex Djaja Tbk (the "Entity") was established in the framework of Foreign Capital Investment Law No.1, 1967 by Notarial Deed No.7 dated October 12, 1972 based on Deed prepared by Koerniatini Karim, Public Notary in Jakarta. Founded in 1972 as a joint venture company between PT Private Development Finance Company of Indonesia Ltd. and Limmen Investment Ltd., Unisouh Holding Ltd., Eastern Cotton Mills Ltd. Yarn spinning factory was built in 1973 on 17 ha of land in Probolinggo.

Selengkapnya di halaman ERTX

Tentang Maharaksa Biru Energi Tbk.

PT. Protech Mitra Perkasa Tbk (the Company) was established on April 20, 2006 based on the Notarial Deed No. 72 of Mellyani Noor Shandra S.H. The Company is starting as general trading and contracting company, the company continue to grow and build a solid reputation within the telecommucication industry. Complementing its trade and construction business, in 2013, the Company extends its services by providing managed services for Telco Towers through its full subsidiary, Telesys Indonesia.

Selengkapnya di halaman OASA