Investasi
Fitur
BiayaKeamanan
Akademi
Lainnya
Pluang+

Bandingkan Harga & Kinerja Eratex Djaja Tbk. (ERTX) vs Multi Spunindo Jaya Tbk. (MSJA)

Eratex Djaja Tbk.Trading
Multi Spunindo Jaya Tbk.Trading

Kinerja harga (24 Jam Terakhir)

Statistik utama

Perbedaan Eratex Djaja Tbk. dan Multi Spunindo Jaya Tbk.: Eratex Djaja Tbk. diperdagangkan di Rp147 (kapitalisasi pasar 190,41 M, volume 24 jam 3,3 jt), sedangkan Multi Spunindo Jaya Tbk. diperdagangkan di Rp408 (kapitalisasi pasar 2,46 T, volume 24 jam 10,47 jt). Perbedaan utamanya: Multi Spunindo Jaya Tbk. jauh lebih besar — sekitar 12,9× kapitalisasi pasar Eratex Djaja Tbk., dan Multi Spunindo Jaya Tbk. lebih aktif diperdagangkan (10,47 jt vs 3,3 jt). Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu.

ERTXMSJA
Kapitalisasi Pasar
190,41 M2,46 T
Volume
3,3 jt10,47 jt
Lot
32,95 rb104,73 rb
Perputaran
495,03 jt4,32 M
Harga Rata-rata
150,22412,9
Nilai Transaksi
495,03 jt4,32 M
Harga Ekuilibrium Indikatif
147408
Volume Ekuilibrium Indikatif
42486

Perbandingan imbal hasil

Imbal hasil berjalan pada periode standar

Berita terkini

Berita terbaru kedua aset

ERTX
Lihat detail
MSJA
Lihat detail

Tentang Eratex Djaja Tbk.

PT Eratex Djaja Tbk (the "Entity") was established in the framework of Foreign Capital Investment Law No.1, 1967 by Notarial Deed No.7 dated October 12, 1972 based on Deed prepared by Koerniatini Karim, Public Notary in Jakarta. Founded in 1972 as a joint venture company between PT Private Development Finance Company of Indonesia Ltd. and Limmen Investment Ltd., Unisouh Holding Ltd., Eastern Cotton Mills Ltd. Yarn spinning factory was built in 1973 on 17 ha of land in Probolinggo.

Selengkapnya di halaman ERTX

Tentang Multi Spunindo Jaya Tbk.

PT Multi Spunindo Jaya Tbk (the Company), was established based on Notarial Deed of WahyudiSuyanto, S.H., No. 102 dated March 7, 1997. The Company started its commercial operation in 1999. The Company’s immediate parent company is PT Maju Selaras Jayamerta and the ultimate controlling shareholder of the Company is Sasongko Basuki.

Selengkapnya di halaman MSJA