Investasi
Fitur
BiayaKeamanan
Akademi
Lainnya
Pluang+

Bandingkan Harga & Kinerja Eratex Djaja Tbk. (ERTX) vs Multi Spunindo Jaya Tbk. (MSJA)

Eratex Djaja Tbk.Trading
Multi Spunindo Jaya Tbk.Trading

Kinerja harga (24 Jam Terakhir)

Statistik utama

Perbedaan Eratex Djaja Tbk. dan Multi Spunindo Jaya Tbk.: Eratex Djaja Tbk. diperdagangkan di Rp189 (kapitalisasi pasar 243,16 M, volume 24 jam 699,1 rb), sedangkan Multi Spunindo Jaya Tbk. diperdagangkan di Rp426 (kapitalisasi pasar 2,46 T, volume 24 jam 20,25 jt). Perbedaan utamanya: Multi Spunindo Jaya Tbk. jauh lebih besar — sekitar 10,1× kapitalisasi pasar Eratex Djaja Tbk., dan Multi Spunindo Jaya Tbk. lebih aktif diperdagangkan (20,25 jt vs 699,1 rb). Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu.

ERTXMSJA
Kapitalisasi Pasar
243,16 M2,46 T
Volume
699,1 rb20,25 jt
Lot
6,99 rb202,52 rb
Perputaran
131,1 jt8,51 M
Harga Rata-rata
187,53419,97
Nilai Transaksi
131,1 jt8,51 M
Harga Ekuilibrium Indikatif
189426
Volume Ekuilibrium Indikatif
591185

Perbandingan imbal hasil

Imbal hasil berjalan pada periode standar

Berita terkini

Berita terbaru kedua aset

ERTX
Lihat detail
MSJA
Lihat detail

Tentang Eratex Djaja Tbk.

PT Eratex Djaja Tbk (the "Entity") was established in the framework of Foreign Capital Investment Law No.1, 1967 by Notarial Deed No.7 dated October 12, 1972 based on Deed prepared by Koerniatini Karim, Public Notary in Jakarta. Founded in 1972 as a joint venture company between PT Private Development Finance Company of Indonesia Ltd. and Limmen Investment Ltd., Unisouh Holding Ltd., Eastern Cotton Mills Ltd. Yarn spinning factory was built in 1973 on 17 ha of land in Probolinggo.

Selengkapnya di halaman ERTX

Tentang Multi Spunindo Jaya Tbk.

PT Multi Spunindo Jaya Tbk (the Company), was established based on Notarial Deed of WahyudiSuyanto, S.H., No. 102 dated March 7, 1997. The Company started its commercial operation in 1999. The Company’s immediate parent company is PT Maju Selaras Jayamerta and the ultimate controlling shareholder of the Company is Sasongko Basuki.

Selengkapnya di halaman MSJA