Investasi
Fitur
BiayaKeamanan
Akademi
Lainnya
Pluang+

Bandingkan Harga & Kinerja Eratex Djaja Tbk. (ERTX) vs Matahari Department Store Tbk. (LPPF)

Eratex Djaja Tbk.Trading
Matahari Department Store Tbk.Trading

Kinerja harga (24 Jam Terakhir)

Statistik utama

Perbedaan Eratex Djaja Tbk. dan Matahari Department Store Tbk.: Eratex Djaja Tbk. diperdagangkan di Rp147 (kapitalisasi pasar 190,41 M, volume 24 jam 3,3 jt), sedangkan Matahari Department Store Tbk. diperdagangkan di Rp1.540 (kapitalisasi pasar 3,43 T, volume 24 jam 1,08 jt). Perbedaan utamanya: Matahari Department Store Tbk. jauh lebih besar — sekitar 18× kapitalisasi pasar Eratex Djaja Tbk., dan Eratex Djaja Tbk. lebih aktif diperdagangkan (3,3 jt vs 1,08 jt). Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu.

ERTXLPPF
Kapitalisasi Pasar
190,41 M3,43 T
Volume
3,3 jt1,08 jt
Lot
32,95 rb10,75 rb
Perputaran
495,03 jt1,65 M
Harga Rata-rata
150,221.537,41
Nilai Transaksi
495,03 jt1,65 M
Harga Ekuilibrium Indikatif
1471.540
Volume Ekuilibrium Indikatif
424196

Perbandingan imbal hasil

Imbal hasil berjalan pada periode standar

Berita terkini

Berita terbaru kedua aset

ERTX
Lihat detail
LPPF
Lihat detail

Tentang Eratex Djaja Tbk.

PT Eratex Djaja Tbk (the "Entity") was established in the framework of Foreign Capital Investment Law No.1, 1967 by Notarial Deed No.7 dated October 12, 1972 based on Deed prepared by Koerniatini Karim, Public Notary in Jakarta. Founded in 1972 as a joint venture company between PT Private Development Finance Company of Indonesia Ltd. and Limmen Investment Ltd., Unisouh Holding Ltd., Eastern Cotton Mills Ltd. Yarn spinning factory was built in 1973 on 17 ha of land in Probolinggo.

Selengkapnya di halaman ERTX

Tentang Matahari Department Store Tbk.

PT Matahari Department Store Tbk was established as PT Stephens Utama International Leasing Corp based on Notarial Deed No.2 dated 1 April 1982, of Misahardi Wilamarta, S.H. The Company's merger with its parent company (PT Meadow Indonesia), which was effective from 30 September 2011.

Selengkapnya di halaman LPPF