Investasi
Fitur
BiayaKeamanan
Akademi
Lainnya
Pluang+

Bandingkan Harga & Kinerja Eratex Djaja Tbk. (ERTX) vs Indonesia Pondasi Raya Tbk. (IDPR)

Eratex Djaja Tbk.Trading
Indonesia Pondasi Raya Tbk.Trading

Kinerja harga (24 Jam Terakhir)

Statistik utama

Perbedaan Eratex Djaja Tbk. dan Indonesia Pondasi Raya Tbk.: Eratex Djaja Tbk. diperdagangkan di Rp147 (kapitalisasi pasar 190,41 M, volume 24 jam 3,3 jt), sedangkan Indonesia Pondasi Raya Tbk. diperdagangkan di Rp302 (kapitalisasi pasar 604,91 M, volume 24 jam 8,5 rb). Perbedaan utamanya: Indonesia Pondasi Raya Tbk. jauh lebih besar — sekitar 3,2× kapitalisasi pasar Eratex Djaja Tbk., dan Eratex Djaja Tbk. lebih aktif diperdagangkan (3,3 jt vs 8,5 rb). Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu.

ERTXIDPR
Kapitalisasi Pasar
190,41 M604,91 M
Volume
3,3 jt8,5 rb
Lot
32,95 rb85
Perputaran
495,03 jt2,56 jt
Harga Rata-rata
150,22301,55
Nilai Transaksi
495,03 jt2,56 jt
Harga Ekuilibrium Indikatif
147
Volume Ekuilibrium Indikatif
424

Perbandingan imbal hasil

Imbal hasil berjalan pada periode standar

Berita terkini

Berita terbaru kedua aset

ERTX
Lihat detail
IDPR
Lihat detail

Tentang Eratex Djaja Tbk.

PT Eratex Djaja Tbk (the "Entity") was established in the framework of Foreign Capital Investment Law No.1, 1967 by Notarial Deed No.7 dated October 12, 1972 based on Deed prepared by Koerniatini Karim, Public Notary in Jakarta. Founded in 1972 as a joint venture company between PT Private Development Finance Company of Indonesia Ltd. and Limmen Investment Ltd., Unisouh Holding Ltd., Eastern Cotton Mills Ltd. Yarn spinning factory was built in 1973 on 17 ha of land in Probolinggo.

Selengkapnya di halaman ERTX

Tentang Indonesia Pondasi Raya Tbk.

PT Indonesia Pondasi Raya Tbk (the Company) was established in Jakarta based on Notarial Deed Tan Thong Kie No. 18 dated 21 October 1977 and has been approved by the Ministry of Law in its decision letter No. Y.A 5/118/24 and was published in Supplement No. 430 of the State Gazette No. 49 dated 17 June 1980.

Selengkapnya di halaman IDPR