Investasi
Fitur
BiayaKeamanan
Akademi
Lainnya
Pluang+

Bandingkan Harga & Kinerja Erajaya Swasembada Tbk. (ERAA) vs Abadi Lestari Indonesia Tbk. (RLCO)

Erajaya Swasembada Tbk.Trading
Abadi Lestari Indonesia Tbk.Trading

Kinerja harga (24 Jam Terakhir)

Statistik utama

Perbedaan Erajaya Swasembada Tbk. dan Abadi Lestari Indonesia Tbk.: Erajaya Swasembada Tbk. diperdagangkan di Rp362 (kapitalisasi pasar 5,74 T, volume 24 jam 26,16 jt), sedangkan Abadi Lestari Indonesia Tbk. diperdagangkan di Rp3.260 (kapitalisasi pasar 10,06 T, volume 24 jam 688,4 rb). Perbedaan utamanya: Abadi Lestari Indonesia Tbk. lebih besar dari sisi kapitalisasi pasar, dan Erajaya Swasembada Tbk. lebih aktif diperdagangkan (26,16 jt vs 688,4 rb). Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu.

ERAARLCO
Kapitalisasi Pasar
5,74 T10,06 T
Volume
26,16 jt688,4 rb
Lot
261,63 rb6,88 rb
Perputaran
9,41 M2,25 M
Harga Rata-rata
359,753.273,17
Nilai Transaksi
9,41 M2,25 M
Harga Ekuilibrium Indikatif
3623.260
Volume Ekuilibrium Indikatif
1,96 rb15

Perbandingan imbal hasil

Imbal hasil berjalan pada periode standar

Berita terkini

Berita terbaru kedua aset

ERAA
Lihat detail
RLCO
Lihat detail

Tentang Erajaya Swasembada Tbk.

PT Erajaya Swasembada Tbk (the Company) was established in Jakarta based on Notarial Deed No.7 of Myra Yuwono, S.H., dated October 8, 1996. Erajaya Group is the official distributor for 10 international mobile communication brands and an authorised partner for major mobile operators. Recently, the Group has launched its own mobile handset under the name of Venera. In 1996, PT Erajaya Swasembada, or Erajaya, the establishment of what we know today as the Erajaya Group, was incorporated.

Selengkapnya di halaman ERAA

Tentang Abadi Lestari Indonesia Tbk.

PT Abadi Lestari Indonesia (the Entity) was established based on Notarial Deed No. 166 of Siti Nurul Hidajah, S.H., M.Kn., Notary in Bojonegoro, dated August 11, 2014. The Entity started its commercial operations in 2014. PT Abadi Lestari Indonesia is the parent entity, whereas Edwin Pranata is the ultimate beneficial owner of the group.

Selengkapnya di halaman RLCO