Investasi
Fitur
BiayaKeamanan
Akademi
Lainnya
Pluang+

Bandingkan Harga & Kinerja Erajaya Swasembada Tbk. (ERAA) vs Abadi Lestari Indonesia Tbk. (RLCO)

Erajaya Swasembada Tbk.Trading
Abadi Lestari Indonesia Tbk.Trading

Kinerja harga (24 Jam Terakhir)

Statistik utama

Perbedaan Erajaya Swasembada Tbk. dan Abadi Lestari Indonesia Tbk.: Erajaya Swasembada Tbk. diperdagangkan di Rp456 (kapitalisasi pasar 7,27 T, volume 24 jam 68,07 jt), sedangkan Abadi Lestari Indonesia Tbk. diperdagangkan di Rp4.610 (kapitalisasi pasar 13,91 T, volume 24 jam 538,4 rb). Perbedaan utamanya: Abadi Lestari Indonesia Tbk. lebih besar dari sisi kapitalisasi pasar, dan Erajaya Swasembada Tbk. lebih aktif diperdagangkan (68,07 jt vs 538,4 rb). Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu.

ERAARLCO
Kapitalisasi Pasar
7,27 T13,91 T
Volume
68,07 jt538,4 rb
Lot
680,66 rb5,38 rb
Perputaran
31,13 M2,47 M
Harga Rata-rata
457,294.589,19
Nilai Transaksi
31,13 M2,47 M
Harga Ekuilibrium Indikatif
4564.610
Volume Ekuilibrium Indikatif
35,83 rb150

Perbandingan imbal hasil

Imbal hasil berjalan pada periode standar

Berita terkini

Berita terbaru kedua aset

ERAA
Lihat detail
RLCO
Lihat detail

Tentang Erajaya Swasembada Tbk.

PT Erajaya Swasembada Tbk (the Company) was established in Jakarta based on Notarial Deed No.7 of Myra Yuwono, S.H., dated October 8, 1996. Erajaya Group is the official distributor for 10 international mobile communication brands and an authorised partner for major mobile operators. Recently, the Group has launched its own mobile handset under the name of Venera. In 1996, PT Erajaya Swasembada, or Erajaya, the establishment of what we know today as the Erajaya Group, was incorporated.

Selengkapnya di halaman ERAA

Tentang Abadi Lestari Indonesia Tbk.

PT Abadi Lestari Indonesia (the Entity) was established based on Notarial Deed No. 166 of Siti Nurul Hidajah, S.H., M.Kn., Notary in Bojonegoro, dated August 11, 2014. The Entity started its commercial operations in 2014. PT Abadi Lestari Indonesia is the parent entity, whereas Edwin Pranata is the ultimate beneficial owner of the group.

Selengkapnya di halaman RLCO