Perbedaan Caldera dan Mask Network: Caldera diperdagangkan di Rp1.475 (kapitalisasi pasar Rp217,86M, volume 24 jam Rp95,56M), sedangkan Mask Network diperdagangkan di Rp7.151 (kapitalisasi pasar Rp709,56M, volume 24 jam Rp193,75M). Perbedaan utamanya: Mask Network jauh lebih besar — sekitar 3,3× kapitalisasi pasar Caldera, dan suplai beredar Caldera 148,5M / 1B ERA (15%) dibanding 100M / 100M MASK (100%) milik Mask Network. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Caldera selama 18 Hari dan Mask Network selama 23 Hari.
| ERA | MASK | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp217,86M | Rp709,56M |
Volume (24h) | Rp95,56M | Rp193,75M |
Suplai yang Beredar | 148,5M / 1B ERA (15%) | 100M / 100M MASK (100%) |
Typical Hold Time | 18 Hari | 23 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Berita terbaru kedua aset
Caldera adalah platform rollup di Ethereum yang memungkinkan skalabilitas horizontal dan interoperabilitas antar rollup. Platform ini memungkinkan proyek meluncurkan rollup yang dapat disesuaikan sambil menjaga keamanan dan desentralisasi Ethereum.
Selengkapnya di halaman ERA →Mask Network adalah protokol yang memungkinkan pengguna mengirim pesan terenkripsi di Twitter dan Facebook, menghubungkan internet tradisional dengan jaringan terdesentralisasi. Diluncurkan pada Juli 2019, Mask Network mendapatkan pendanaan sebesar $5 juta dari perusahaan seperti HashKey dan Digital Currency Group. Saat ini, Mask Network mendukung pendanaan hibah Gitcoin langsung dari Twitter dan berencana untuk mengintegrasikan pembayaran peer-to-peer serta penyimpanan terdesentralisasi. Mask Network berfungsi sebagai portal terdesentralisasi, memungkinkan pengguna mengakses DApp untuk pembayaran kripto, DeFi, NFT, DAO, dan lainnya tanpa meninggalkan platform media sosial yang ada, membangun ekosistem Applet terdesentralisasi (DApplet).
Selengkapnya di halaman MASK →