Perbedaan Epic Chain dan Turtle: Epic Chain diperdagangkan di Rp6.338 (kapitalisasi pasar Rp209,82M, volume 24 jam Rp316,41M), sedangkan Turtle diperdagangkan di Rp773,45 (kapitalisasi pasar Rp119,39M, volume 24 jam Rp18,42M). Perbedaan utamanya: Epic Chain lebih besar dari sisi kapitalisasi pasar, dan suplai beredar Epic Chain 33,6M / 33,6M EPIC (100%) dibanding 154,7M / 1B TURTLE (16%) milik Turtle. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Epic Chain selama 9 Hari dan Turtle selama 12 Hari.
| EPIC | TURTLE | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp209,82M | Rp119,39M |
Volume (24h) | Rp316,41M | Rp18,42M |
Suplai yang Beredar | 33,6M / 33,6M EPIC (100%) | 154,7M / 1B TURTLE (16%) |
Typical Hold Time | 9 Hari | 12 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Belum ada data sentimen.
Epic Chain (EPIC), penerus Ethernity Chain (ERN), disetujui oleh 97,1% komunitas dan kini beroperasi sebagai blockchain ETH Layer 2. Berfokus pada Aset Dunia Nyata (RWA) dan hiburan, platform ini mengintegrasikan keamanan berbasis AI, DRM, dan teknologi Web3. Dengan pasar hiburan diperkirakan mencapai $3,5 triliun pada 2030, Epic Chain memungkinkan merek global membawa franchise mereka ke blockchain, termasuk tokoh ikonik seperti Messi, Shaq, dan Muhammad Ali. Kini, Epic memperluas jangkauannya ke franchise hiburan terkemuka dengan skalabilitas, keamanan, dan efisiensi yang lebih baik.
Selengkapnya di halaman EPIC →Turtle menyelaraskan insentif antara protokol dan penyedia likuiditas untuk menghadirkan peluang yield unik. Sistem non-kustodial ini terintegrasi dengan API dan smart contract teraudit untuk melacak aliran likuiditas serta menyalurkan reward secara transparan. Turtle juga menyediakan layanan konsultasi bagi protokol yang membutuhkan insentif likuiditas yang efisien.
Selengkapnya di halaman TURTLE →