Perbedaan Epic Chain dan Sologenic: Epic Chain diperdagangkan di Rp8.000 (kapitalisasi pasar Rp265,01M, volume 24 jam Rp261,27M), sedangkan Sologenic diperdagangkan di Rp751,86 (kapitalisasi pasar Rp312,64M, volume 24 jam Rp1,6M). Perbedaan utamanya: Sologenic lebih besar dari sisi kapitalisasi pasar, dan suplai beredar Epic Chain 33,6M / 33,6M EPIC (100%) dibanding 398,8M / 400M SOLO (100%) milik Sologenic. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Epic Chain selama 10 Hari dan Sologenic selama 21 Hari.
| EPIC | SOLO | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp265,01M | Rp312,64M |
Volume (24h) | Rp261,27M | Rp1,6M |
Suplai yang Beredar | 33,6M / 33,6M EPIC (100%) | 398,8M / 400M SOLO (100%) |
Typical Hold Time | 10 Hari | 21 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Belum ada data sentimen.
Epic Chain (EPIC), penerus Ethernity Chain (ERN), disetujui oleh 97,1% komunitas dan kini beroperasi sebagai blockchain ETH Layer 2. Berfokus pada Aset Dunia Nyata (RWA) dan hiburan, platform ini mengintegrasikan keamanan berbasis AI, DRM, dan teknologi Web3. Dengan pasar hiburan diperkirakan mencapai $3,5 triliun pada 2030, Epic Chain memungkinkan merek global membawa franchise mereka ke blockchain, termasuk tokoh ikonik seperti Messi, Shaq, dan Muhammad Ali. Kini, Epic memperluas jangkauannya ke franchise hiburan terkemuka dengan skalabilitas, keamanan, dan efisiensi yang lebih baik.
Selengkapnya di halaman EPIC →Sologenic sedang mengubah lanskap perdagangan aset dengan mengintegrasikan sekuritas tokenisasi, aset crypto, dan NFT. Ekosistem ini didukung oleh dua tim berbeda: Sologenic.org (SOLO Core Team), yang fokus mengembangkan Sologenic sebagai ekosistem terdesentralisasi, dan Sologenic.com, yang bertugas meluncurkan use case penting seperti tokenisasi sekuritas. Pendekatan ganda ini memastikan pertumbuhan ekosistem sekaligus memberikan utilitas nyata bagi pengguna.
Selengkapnya di halaman SOLO →