Perbedaan Epic Chain dan Raydium: Epic Chain diperdagangkan di Rp8.108 (kapitalisasi pasar Rp267,4M, volume 24 jam Rp192,92M), sedangkan Raydium diperdagangkan di Rp12.568 (kapitalisasi pasar Rp3,4T, volume 24 jam Rp240,75M). Perbedaan utamanya: Raydium jauh lebih besar — sekitar 12,7× kapitalisasi pasar Epic Chain, dan suplai beredar Epic Chain 33,6M / 33,6M EPIC (100%) dibanding 269,3M / 555M RAY (49%) milik Raydium. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Epic Chain selama 10 Hari dan Raydium selama 24 Hari.
| EPIC | RAY | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp267,4M | Rp3,4T |
Volume (24h) | Rp192,92M | Rp240,75M |
Suplai yang Beredar | 33,6M / 33,6M EPIC (100%) | 269,3M / 555M RAY (49%) |
Typical Hold Time | 10 Hari | 24 Hari |
Sinyal dari Aura AI Pluang — bukan nasihat finansial
Epic Chain saat ini diperdagangkan pada Rp7.238 dengan kapitalisasi pasar Rp242,32 juta. Sinyal teknis keseluruhan netral dengan indikator moving average bearish dan osilator netral. Token telah mencapai sirkulasi penuh 33,6 juta EPIC dengan rata-rata hold time 10 hari. Tidak ada update protokol atau perkembangan ekosistem signifikan yang tercatat dalam periode terakhir.
Outlook keseluruhan netral dengan peluang rebound dari level support Rp5.796, namun risiko volatilitas tinggi karena likuiditas terbatas. Investor perlu waspada terhadap tekanan jual berkelanjutan dan minimnya aktivitas jaringan yang dapat mempengaruhi stabilitas harga dalam jangka pendek.
RAY saat ini diperdagangkan di Rp12.312 dengan kapitalisasi pasar Rp3,34T, menunjukkan sinyal teknis bearish jangka pendek namun dengan indikator osilator netral. Token ini mengalami momentum positif dengan volume perdagangan melebihi Rp1.000T setelah listing di Robinhood dan Revolut, serta inovasi perdagangan tokenisasi saham SpaceX di Solana. Sirkulasi token mencapai 49% dengan waktu hold rata-rata 24 hari, menunjukkan distribusi yang sehat.
Outlook: Potensi rebound dari level support Rp11.714 dengan momentum listing exchange besar, namun tekanan bearish dari moving averages perlu diwaspadai. Risiko utama meliputi volatilitas tinggi dan ketergantungan pada ekosistem Solana. Peluang terletak pada adopsi DEX yang meningkat dan integrasi produk keuangan tradisional.
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Epic Chain (EPIC), penerus Ethernity Chain (ERN), disetujui oleh 97,1% komunitas dan kini beroperasi sebagai blockchain ETH Layer 2. Berfokus pada Aset Dunia Nyata (RWA) dan hiburan, platform ini mengintegrasikan keamanan berbasis AI, DRM, dan teknologi Web3. Dengan pasar hiburan diperkirakan mencapai $3,5 triliun pada 2030, Epic Chain memungkinkan merek global membawa franchise mereka ke blockchain, termasuk tokoh ikonik seperti Messi, Shaq, dan Muhammad Ali. Kini, Epic memperluas jangkauannya ke franchise hiburan terkemuka dengan skalabilitas, keamanan, dan efisiensi yang lebih baik.
Selengkapnya di halaman EPIC →Raydium (RAY) adalah automated market maker (AMM) dan penyedia likuiditas yang dibangun di atas blockchain Solana untuk decentralized exchane (DEX). Tidak seperti AMM lainnya, Raydium menyediakan likuiditas on-chain ke limit order book pusat yang berarti bahwa dana yang disimpan ke Raydium diubah menjadi limit order yang ada di Serum orderbook.
Selengkapnya di halaman RAY →