Perbedaan Epic Chain dan GT Protocol: Epic Chain diperdagangkan di Rp6.581 (kapitalisasi pasar Rp220,26M, volume 24 jam Rp231,05M), sedangkan GT Protocol diperdagangkan di Rp134,16 (kapitalisasi pasar Rp10,04M, volume 24 jam Rp3,04M). Perbedaan utamanya: Epic Chain jauh lebih besar — sekitar 21,9× kapitalisasi pasar GT Protocol, dan suplai beredar Epic Chain 33,6M / 33,6M EPIC (100%) dibanding 68,8M / 75M GTAI (92%) milik GT Protocol. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Epic Chain selama 9 Hari dan GT Protocol selama 18 Hari.
| EPIC | GTAI | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp220,26M | Rp10,04M |
Volume (24h) | Rp231,05M | Rp3,04M |
Suplai yang Beredar | 33,6M / 33,6M EPIC (100%) | 68,8M / 75M GTAI (92%) |
Typical Hold Time | 9 Hari | 18 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Belum ada data sentimen.
Epic Chain (EPIC), penerus Ethernity Chain (ERN), disetujui oleh 97,1% komunitas dan kini beroperasi sebagai blockchain ETH Layer 2. Berfokus pada Aset Dunia Nyata (RWA) dan hiburan, platform ini mengintegrasikan keamanan berbasis AI, DRM, dan teknologi Web3. Dengan pasar hiburan diperkirakan mencapai $3,5 triliun pada 2030, Epic Chain memungkinkan merek global membawa franchise mereka ke blockchain, termasuk tokoh ikonik seperti Messi, Shaq, dan Muhammad Ali. Kini, Epic memperluas jangkauannya ke franchise hiburan terkemuka dengan skalabilitas, keamanan, dan efisiensi yang lebih baik.
Selengkapnya di halaman EPIC →Protokol GT menghadirkan ekosistem kuat yang menggabungkan protokol investasi untuk manajemen dana Web3 terdesentralisasi dengan Teknologi Eksekusi AI Blockchain, semuanya dapat diakses melalui GT API SDK. Ekosistem ini mencakup GT APP, platform investasi Web3 yang telah menarik pengguna terdaftar. GT Protocol juga telah mencapai tonggak penting, seperti menjadi broker resmi untuk Binance dan menjalin kemitraan dengan blockchain TRON.
Selengkapnya di halaman GTAI →