Investasi
Fitur
BiayaKeamanan
Akademi
Lainnya
Pluang+

Bandingkan Harga & Kinerja Megalestari Epack Sentosaraya Tbk. (EPAC) vs Jaya Agra Wattie Tbk (JAWA)

Megalestari Epack Sentosaraya Tbk.Trading
Jaya Agra Wattie TbkTrading

Kinerja harga (24 Jam Terakhir)

Statistik utama

Perbedaan Megalestari Epack Sentosaraya Tbk. dan Jaya Agra Wattie Tbk: Megalestari Epack Sentosaraya Tbk. diperdagangkan di Rp69 (kapitalisasi pasar 234,54 M, volume 24 jam 69,7 jt), sedangkan Jaya Agra Wattie Tbk diperdagangkan di Rp115 (kapitalisasi pasar 1,87 T, volume 24 jam 382 rb). Perbedaan utamanya: Jaya Agra Wattie Tbk jauh lebih besar — sekitar 8× kapitalisasi pasar Megalestari Epack Sentosaraya Tbk., dan Megalestari Epack Sentosaraya Tbk. lebih aktif diperdagangkan (69,7 jt vs 382 rb). Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu.

EPACJAWA
Kapitalisasi Pasar
234,54 M1,87 T
Volume
69,7 jt382 rb
Lot
696,96 rb3,82 rb
Perputaran
4,83 M43,65 jt
Harga Rata-rata
69,23114,26
Nilai Transaksi
4,83 M43,65 jt
Harga Ekuilibrium Indikatif
69115
Volume Ekuilibrium Indikatif
19,54 rb94

Perbandingan imbal hasil

Imbal hasil berjalan pada periode standar

Berita terkini

Berita terbaru kedua aset

EPAC
Lihat detail
JAWA
Lihat detail

Tentang Megalestari Epack Sentosaraya Tbk.

PT Megalestari Epack Sentosaraya Tbk ("Company") formerly PT Era Prima Adi Cipta Kreasindo and its subsidiaries (together the "Group") was established based on the Deed No.55, dated June 18, 2013 of Poppie Savitri Martosuhardjo Pharmanto, S.H., notary in Jakarta.

Selengkapnya di halaman EPAC

Tentang Jaya Agra Wattie Tbk

PT Jaya Agra Wattie was founded with the name Handel Maatschappij J.A. Wattie and Company Limited. PT Jaya Agra Wattie (Persero) is one of private agribusiness corporations engaging in plantation, processing and agricultural logistics and marketing activities. Having 90 years of experience in the agriculture sector, the company continually strengthens its business base through a diversification approach by cultivating various premium plantations of primary raw commodities such as rubber, crude palm oil (CPO), coffee and tea.

Selengkapnya di halaman JAWA