Investasi
Fitur
BiayaKeamanan
Akademi
Lainnya
Pluang+

Bandingkan Harga & Kinerja Megalestari Epack Sentosaraya Tbk. (EPAC) vs Jaya Agra Wattie Tbk (JAWA)

Megalestari Epack Sentosaraya Tbk.Trading
Jaya Agra Wattie TbkTrading

Kinerja harga (24 Jam Terakhir)

Statistik utama

Perbedaan Megalestari Epack Sentosaraya Tbk. dan Jaya Agra Wattie Tbk: Megalestari Epack Sentosaraya Tbk. diperdagangkan di Rp61 (kapitalisasi pasar 198,2 M, volume 24 jam 480,08 jt), sedangkan Jaya Agra Wattie Tbk diperdagangkan di Rp131 (kapitalisasi pasar 2,11 T, volume 24 jam 662,4 rb). Perbedaan utamanya: Jaya Agra Wattie Tbk jauh lebih besar — sekitar 10,6× kapitalisasi pasar Megalestari Epack Sentosaraya Tbk., dan Megalestari Epack Sentosaraya Tbk. lebih aktif diperdagangkan (480,08 jt vs 662,4 rb). Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu.

EPACJAWA
Kapitalisasi Pasar
198,2 M2,11 T
Volume
480,08 jt662,4 rb
Lot
4,8 jt6,62 rb
Perputaran
29,89 M86,17 jt
Harga Rata-rata
62,25130,09
Nilai Transaksi
29,89 M86,17 jt
Harga Ekuilibrium Indikatif
61131
Volume Ekuilibrium Indikatif
51,75 rb9

Perbandingan imbal hasil

Imbal hasil berjalan pada periode standar

Berita terkini

Berita terbaru kedua aset

EPAC
Lihat detail
JAWA
Lihat detail

Tentang Megalestari Epack Sentosaraya Tbk.

PT Megalestari Epack Sentosaraya Tbk ("Company") formerly PT Era Prima Adi Cipta Kreasindo and its subsidiaries (together the "Group") was established based on the Deed No.55, dated June 18, 2013 of Poppie Savitri Martosuhardjo Pharmanto, S.H., notary in Jakarta.

Selengkapnya di halaman EPAC

Tentang Jaya Agra Wattie Tbk

PT Jaya Agra Wattie was founded with the name Handel Maatschappij J.A. Wattie and Company Limited. PT Jaya Agra Wattie (Persero) is one of private agribusiness corporations engaging in plantation, processing and agricultural logistics and marketing activities. Having 90 years of experience in the agriculture sector, the company continually strengthens its business base through a diversification approach by cultivating various premium plantations of primary raw commodities such as rubber, crude palm oil (CPO), coffee and tea.

Selengkapnya di halaman JAWA