Investasi
Fitur
BiayaKeamanan
Akademi
Lainnya
Pluang+

Bandingkan Harga & Kinerja Morenzo Abadi Perkasa Tbk. (ENZO) vs Jaya Agra Wattie Tbk (JAWA)

Morenzo Abadi Perkasa Tbk.Trading
Jaya Agra Wattie TbkTrading

Kinerja harga (24 Jam Terakhir)

Statistik utama

Perbedaan Morenzo Abadi Perkasa Tbk. dan Jaya Agra Wattie Tbk: Morenzo Abadi Perkasa Tbk. diperdagangkan di Rp69 (kapitalisasi pasar 147,05 M, volume 24 jam 8,6 jt), sedangkan Jaya Agra Wattie Tbk diperdagangkan di Rp115 (kapitalisasi pasar 1,87 T, volume 24 jam 382 rb). Perbedaan utamanya: Jaya Agra Wattie Tbk jauh lebih besar — sekitar 12,7× kapitalisasi pasar Morenzo Abadi Perkasa Tbk., dan Morenzo Abadi Perkasa Tbk. lebih aktif diperdagangkan (8,6 jt vs 382 rb). Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu.

ENZOJAWA
Kapitalisasi Pasar
147,05 M1,87 T
Volume
8,6 jt382 rb
Lot
85,96 rb3,82 rb
Perputaran
591,25 jt43,65 jt
Harga Rata-rata
68,78114,26
Nilai Transaksi
591,25 jt43,65 jt
Harga Ekuilibrium Indikatif
69115
Volume Ekuilibrium Indikatif
4,14 rb94

Perbandingan imbal hasil

Imbal hasil berjalan pada periode standar

Berita terkini

Berita terbaru kedua aset

ENZO
Lihat detail
JAWA
Lihat detail

Tentang Morenzo Abadi Perkasa Tbk.

PT Morenzo Abadi Perkasa Tbk, (The “Company”) was established based on Notarial Deed No. 21 of Jhon Langsung, S.H., dated January 10, 2013. Company commenced its commercial business activities in 2013. PT Tritunggal Sukses Investama is the ultimate Parent Entity and Parent Entity of the Company and Mr. Markus Silitonga as the ultimate shareholder.

Selengkapnya di halaman ENZO

Tentang Jaya Agra Wattie Tbk

PT Jaya Agra Wattie was founded with the name Handel Maatschappij J.A. Wattie and Company Limited. PT Jaya Agra Wattie (Persero) is one of private agribusiness corporations engaging in plantation, processing and agricultural logistics and marketing activities. Having 90 years of experience in the agriculture sector, the company continually strengthens its business base through a diversification approach by cultivating various premium plantations of primary raw commodities such as rubber, crude palm oil (CPO), coffee and tea.

Selengkapnya di halaman JAWA